Tol Baru di Sumsel Akan Fungsional 2026, Menteri PU Buka Suara!
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 15:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
PALEMBANG - Jalan Tol Trans-Sumatera adalah proyek jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Pulau Sumatera, dengan total panjang 2.998 km. Proyek ini terdiri dari koridor utama sepanjang 2.107 km dan koridor pendukung sepanjang 891 km.
Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan pemerataan di Pulau Sumatera, serta memudahkan perjalanan mudik.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan jalan tol Palembang-Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan beroperasi fungsional sebelum Lebaran 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo di Palembang, Jumat (2/5), mengatakan, pihaknya menargetkan Jembatan Musi V yang berada di Tol Kayuagung-Palembang-Betung itu selesai sebelum Lebaran 2026 agar dapat digunakan masyarakat saat arus mudik pada momen tersebut.
"Target sebelum Lebaran 2026 selesai untuk akses Palembang-Pangkalan Balai dan bisa difungsionalkan. Saat ini, kami masih mengejar pembangunan Jembatan Musi V yang sudah mencapai kisaran 45 persen," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, progres pembangunan jembatan sepanjang 1,68 kilometer itu masih sesuai dengan perencanaan. Namun, tingginya lalu lintas angkutan di sungai yang menghambat pembangunan jembatan tersebut.
Oleh sebab itu, pihaknya mengantisipasi kerusakan jembatan akibat tabrakan kapal atau angkutan batu bara dengan memasang fender atau pelindung pada bagian tiang-tiang jembatan.
"Kami memasang fender pada tiang-tiang jembatan, sehingga ketika terjadi tabrakan tidak menghantam struktur tiang jembatan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, untuk progres Tol Palembang-Betung ruas Palembang-Pangkalan Balai saat ini secara fisik sudah mencapai sekitar 70 persen, namun secara keseluruhan Tol Palembang-Betung mencapai 60 persen.
Pembangunan tol itu terkendala pembebasan lahan yang saat ini terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan Kementerian ATR/BPN.
"Hal paling krusial adalah seksi 3, dari Pangkalan Balai ke Betung. Tapi sudah berprogres cukup cepat untuk pembebasan lahannya. Menurut saya masalahnya hanya di koordinasi lintas sektoral yang perlu diperbaiki antara Kementerian ATR/BPN dan pemda, maka hal ini saya rasa sudah tidak ada lagi hambatan itu," ujarnya.
Dody mengatakan, pembangun tol tersebut tak terdampak efisiensi anggaran.
"Keuangan tidak ada masalah dan tidak terhambat karena adanya efisiensi," kata dia.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Sumsel Hardy Siahaan mengatakan akses Jalan Lintas Timur di Banyuasin-Muba menuju Jambi itu paling ramai kendaraan terjadi di Simpang Betung saat arus mudik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!