PHRI Kota Yogyakarta Dukung Food Bank “Lumbung Mataraman”, Donasi Makanan Hotel untuk Warga Rentan
📅 Kamis, 01 Mei 2025, 16:55 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemkot Yogya
YOGYAKARTA — Para pelaku usaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Yogyakarta menandatangani komitmen bersama mendukung program food bank “Lumbung Mataraman” yang diinisiasi Pemerintah Kota Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu quick win atau 100 hari kerja Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.
Penandatanganan berlangsung dalam acara syawalan PHRI di Rumah Sakit Pratama, Rabu (30/4/2025) sore. Melalui program tersebut, makanan layak konsumsi yang tidak terpakai dari hotel dan restoran akan dikumpulkan dan didistribusikan kepada warga rentan, terutama janda tua dan fakir miskin yang tidak dapat keluar rumah.
“Kami ingin kerja sama dengan hotel-hotel. Apabila ada makanan yang masih bagus tapi tidak terkonsumsi, lewat Food Bank ini kami siap jemput bola,” ujar Hasto dalam sambutannya.
Hasto menyebut terdapat 1.068 janda tua dan fakir miskin di Kota Yogyakarta yang menjadi sasaran distribusi makanan. Ia menekankan bahwa meski Kota Yogyakarta tidak memiliki lahan pertanian seperti kabupaten lain di DIY, kota ini memiliki kekuatan pada sumber daya manusianya. Maka dari itu, kerja sama dengan pelaku usaha menjadi penting dalam membangun sistem solidaritas pangan.
Sementara itu, Ketua PHRI DIY Dedi Pranowo Ernowo menyatakan bahwa PHRI mendukung penuh komitmen tersebut, meski pelaksanaannya bersifat sukarela sesuai kapasitas masing-masing usaha. Ia menilai program ini dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan makanan berlebih yang masih layak konsumsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Komitmen ini kita dukung. Tapi tentu kami tidak bisa memaksa teman-teman anggota. Karena hotel dan restoran juga memperhitungkan betul cost produksi,” kata Dedi.
Dalam kesempatan yang sama, juga ditandatangani nota kesepahaman antara RS Pratama dengan sejumlah hotel terkait program quick win lainnya, yaitu Health Over Tourism. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapan layanan kesehatan untuk mendukung kenyamanan wisatawan yang menginap di Yogyakarta.
“Yogya terkenal sebagai kota wisata. Kalau wisatawan merasa nyaman, itu menjadi nilai tambah bagi citra pariwisata kita,” kata Hasto menutup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!