Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Target 80.000 Unit, Wamendagri Minta Kepala Daerah Sukseskan Koperasi Desa Merah Putih

📅 Rabu, 30 Apr 2025, 14:48 WIB | Oleh:
Kejar Target 80.000 Unit, Wamendagri Minta Kepala Daerah Sukseskan Koperasi Desa Merah Putih Doc: ANTARA
Ket. Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menghadiri musyawarah desa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, di Desa Radugading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025).

MALANG - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta kepala daerah menyukseskan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sehingga target pembentukan mencapai 80.000 unit, pada 12 Juli 2025 terealisasi.

"Kepala daerah bersama dinas koperasi, camat, lurah, kepala desa harus proaktif untuk memastikan koperasi ini muncul merata," kata Bima seusai menghadiri musyawarah desa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, di Desa Radugading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (30/4).

Kolaborasi antara jajaran pemerintah daerah dan desa adalah bagian dari upaya percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Bima menyebut langkah yang dilakukan itu guna mengeliminasi satu per satu persoalan pembentukan koperasi itu di masing-masing daerah.

"Apa tantangan yang biasanya ada dalam mengurus koperasi? Banyak, seperti kurang peminat, tapi sekarang semuanya sudah didorong, mulai Presiden, koordinatornya itu Menko Pangan Pak Zulkifli Hasan, saya ketua satu, ketua dua, dan ketua tiga juga para wakil menteri," ucapnya.

Soal modal, Bima menyatakan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi, dan lintas kementerian lainnya sedang mengatur mekanismenya.

"Jadi insya Allah akan ada dari perbankan," ujar dia.

Maka dari itu, Bima mengatakan butuh keterlibatan kepala daerah dalam mendukung kesuksesan program tersebut.

"Kalau tidak ikut disini justru ketinggalan zaman. Sekarang koperasi lagi happening, yaitu Koperasi Desa Merah Putih ini.

Selain itu, dia menjelaskan dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih terdapat tiga opsi, yakni membuat baru karena di suatu desa belum memiliki koperasi beserta fasilitasnya, seperti lahan maupun bangunan.

Kedua adalah koperasi yang sudah pernah ada tidak berjalan dengan berbagai alasan meski sudah memiliki fasilitas, salah satunya kantor, sehingga dilakukan revitalisasi.

Lalu, opsi ketiga adalah operasional koperasi masih terus berjalan, sekaligus memiliki kelengkapan fasilitas dan tinggal dikembangkan menjadi Koperasi Desa Merah Putih melalui musyawarah tingkat desa.

"Ketika disepakati akan bertransformasi menjadi Koperasi Desa Merah Putih dengan unit usaha yang lebih banyak," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang M Sanusi mengatakan bahwa dari total 390 Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan terbentuk di wilayah setempat, kini telah terealisasi 310 unit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.