Emosi Tulus, 400.000 Orang Berduka dalam Pemakaman Paus Fransiskus
📅 Minggu, 27 Apr 2025, 13:37 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SFransiskus tidak pernah kembali ke tanah airnya setelah menjadi Paus, tetapi Esteban Trabuco, seorang pemulung berusia 27 tahun, mengatakan ia tetap bersemangat.
"Dia ada di sini di antara orang-orang miskin, kami yang tinggal di daerah kumuh di antara kardus," tambahnya.
"Dia tahu tentang penderitaan kami. Bagaimana mungkin kami tidak ada di sini hari ini untuk mengucapkan selamat tinggal?"
Para pengagum Fransiskus menganggapnya berjasa mengubah persepsi terhadap gereja dan membantu menghidupkan kembali iman setelah puluhan tahun skandal pelecehan seksual oleh ulama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia dianggap radikal oleh sebagian orang karena memperbolehkan umat beriman yang bercerai dan menikah lagi untuk menerima komuni, menyetujui pembaptisan bagi umat beriman transgender dan memberkati pasangan sesama jenis, dan menolak menghakimi umat Katolik gay.
Namun, ia juga berpegang teguh pada beberapa dogma yang telah berusia berabad-abad, terutama berpegang teguh pada penentangan gereja terhadap aborsi.
Paus Fransiskus berjuang untuk "sebuah gereja yang bertekad untuk menangani masalah-masalah umat manusia dan berbagai kecemasan besar yang memecah belah dunia kontemporer," kata Battista Re.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Gereja yang mampu tunduk kepada setiap orang, terlepas dari keyakinan atau kondisi mereka, dan menyembuhkan luka-luka mereka."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!