Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua SNPMB Pastikan Tidak Ada Soal UTBK Bocor

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 22:19 WIB | Oleh:
Ketua SNPMB Pastikan Tidak Ada Soal UTBK Bocor Doc: Tangkapan layar SNPMB
Ket. Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok

JAKARTA - Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, memastikan tidak ada soal Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang bocor. Pihaknya sudah menyiapkan set soal yang berbeda tiap sesi UTBK.

"Kalau kita memiliki 23 sesi di pelaksanaan UTBK ini, maka kami menyiapkan lebih dari 23 set soal. Jadi tidak mungkin akan ada kebocoran soal," ujar Eduart, dalam konferensi pers, Jumat (25/4).

Dia menjelaskan, pihaknya juga sudah membangun sistem untuk mencegah kebocoran soal. Soal disimpan di tempat yang tidak terkoneksi internet sehingga dapat mencegah kebocoran soal.

"Kalau misalnya ada kecurangan yang sempat terlambat diatasi, misalnya ada yang memfoto, kemudian mengupload, dan sebagainya, itu bisa saja terjadi. Tetapi itu soal untuk ujian yang sedang berlangsung, itu pun tidak mungkin secara keseluruhan," jelasnya.

Eduart mengungkapkan, pihaknya memang membuat soal yang sama dalam persentase tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga standarisasi soal dari masing-masing sesi UTBK dan memiliki pola penilaian berbeda sehingga tidak mungkin merugikan peserta.

Dia menegaskan, jika ada peserta yang melakukan tindak kecurangan, maka akan ada sanksi tegas. Selain diskualifikasi, peserta juga tidak akan bisa mengikuti seluruh sistem penerimaan perguruan tinggi negeri.

"Ini perlu kami tegaskan. Karena ini harus dilakukan. Dan termasuk sanksi tegas apabila ada keterlebatan pihak internal yang kalau memang ada," katanya.

Eduart menyebut, sejauh ini, tingkat kecurangan UTBK masih berada di 0,0071 persen. Sejak tanggal 23 April ada 9 kasus kecurangan yang tercatat dan 24 April ada 5 kasus.

"Kami tidak akan menolerir yang sekecil itu. Karena dengan berbagai modus yang lebih canggih, apakah ini merupakan model atau motif yang bukan perseorangan dan sebagainya ini sedang kita investigasi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Untuk Kemajuan Rakyat, Riset Unika Atma Jaya Akan Diperkuat

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Untuk Kemajuan Rakyat, Rise...
Olahraga
Timnas Indonesia vs Oman: M...

Jonatan Christie Tembus Babak 8 Besar

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Tembus Bab...
Daerah
Pemprov Sulbar Bidik Stunti...

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.