Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Surplus Dagang Indonesia Tembus US$4,3 Miliar pada Maret 2025

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 09:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Surplus Dagang Indonesia Tembus US$4,3 Miliar pada Maret 2025 Doc: istimewa

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti me­nyatakan Indonesia meraih surplus dagang sebesar 4,33 miliar dollar AS atau 72,78 triliun rupiah (kurs 16.809 ru­piah) pada bulan Maret 2025.

“Pada Maret 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 4,33 miliar dol­lar AS atau naik sebesar 1,23 miliar dollar AS secara bulan­an,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/4).

Seperti dikutip dari Aandn­tara, angka tersebut berasal dari selisih ekspor pada Ma­ret 2025 yang mencapai 23,25 miliar dollar AS atau 390,643 triliun rupiah dan impor yang mencapai 18,92 miliar dollar AS atau 317,94 triliun rupiah.

Sementara untuk nilai impor Maret 2025 mencapai 18,92 miliar dollar AS atau 317,94 triliun rupiah, dengan kenaikan secara bulanan maupun secara tahunan, ma­sing-masing sebesar 0,38 per­sen dan 5,34 persen.

Amalia menjelaskan, ter­dapat 10 komoditas yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan ekspor In­donesia, yakni lemak dan min­yak hewani, bahan bakar min­eral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik, serta kendaraan dan bagiannya.

Selanjutnya, nikel dan ba­rang daripadanya, berbagai produk kimia, alas kaki, bijih logam, terak dan abu, serta mesin dan peralatan mekanis. Adapun nilai ekspor secara keseluruhan dari 10 golongan tersebut mencapai 13,89 miliar dollar AS atau 233,42 triliun rupiah.

Lebih lanjut, Amalia me­nyampaikan tiga negara pe­nyumbang surplus neraca dagang Indonesia pada Ma­ret 2025 yakni Amerika Seri­kat (AS), dengan keuntungan perdagangan mencapai 1,98 miliar dollar AS atau 33,2 tril­iun rupiah, India 1,04 miliar dollar AS atau 17,47 triliun ru­piah, serta Filipina 714,1 juta dollar AS atau 11,98 triliun rupiah.

Sedangkan negara dengan volume impor lebih banyak daripada ekspor atau defisit perdagangan, yakni Tiongkok sebesar 1,11 miliar dollar AS atau 18,7 triliun ru­piah, Australia 353,2 juta dol­lar AS atau 5,93 triliun rupiah, serta Thailand 195,4 juta dol­lar AS atau 3,2 triliun rupiah.

Ketahanan Eksternal

Sementara itu, Bank Indo­nesia (BI) memandang bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2025 positif untuk menopang ket­ahanan eksternal perekono­mian Indonesia lebih lanjut.

“Ke depan, Bank Indone­sia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi na­sional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi ini ter­utama bersumber dari surplus neraca perda­gangan nonmigas yang meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.