Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Koperasi Perbanyak Rumah Pengolahan Susu untuk Sukseskan Program MBG

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 15:18 WIB | Oleh:
Kementerian Koperasi Perbanyak Rumah Pengolahan Susu untuk Sukseskan Program MBG Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono

KABUPATEN BOGOR - Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI berupaya memperbanyak tempat pengolahan susu milik koperasi untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono saat hadir dalam peresmian Rumah Susu Unit Sentul milik Koperasi Konsumen Kujang Sauyunan Berdikari di Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/4).

“Rumah Susu milik koperasi ini yang melayani dapur-dapur di program Makan Bergizi Gratis," ungkap Ferry.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan sebanyak 80 ribu Kopdes seluruh Indonesia, juga bisa mendirikan unit pengolahan susu sendiri, di samping unit-unit usaha lain yang bisa digeluti.

“Unit Pengolahan Susu bisa menjadi salah satu unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Menurut dia, Rumah Susu ini menjadi salah satu simpul kunci dalam rantai pasok susu nasional, yang tidak hanya menyuplai kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menggerakkan sektor koperasi dan peternakan rakyat di hulu.

"Rumah Susu hadir sebagai upaya nyata mengangkat nilai tambah susu segar dari peternak sapi perah lokal," kata dia.

Di acara yang dihadiri Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan Ketua Koperasi Kujang Sauyunan Berdikari Muchlido Apriliast, Ferry bercerita pengalaman di Boyolali terkait kisruh susu peternak lokal.

Ketika itu, kata dia, banyak produksi hasil susu dari para peternak dan koperasi tidak terserap Industri Pengolahan Susu (IPS).

"Maka, saya selalu menekankan bahwa koperasi harus memiliki IPS sendiri. Saya mengapresiasi Koperasi Konsumen Kujang Sauyunan Berdikari karena mampu membangun dan mengembangkan konsep Rumah Susu," terang Ferry.

Koperasi tersebut juga mampu membuat ekosistem sendiri dalam mata rantai MBG, yakni memiliki pengolahan susu sendiri, juga membuat dapur MBG.

Sementara, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan susu merupakan produk wajib untuk program MBG, khususnya di daerah yang memiliki peternakan sapi perah.

Menurut dia, salah satu fungsi kehadiran BGN adalah Creating Demand, khususnya dalam penyerapan produksi susu peternak lokal.

"Artinya, program MBG bisa menyerap produksi susu dari peternak lokal. MBG harus meningkatkan gairah ekonomi di masyarakat," ucap Dadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

36 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Uni Emirat Arab Jajaki Pelu...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.