Fransiskus, Paus Pembela Kelompok yang Paling Rentan
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 09:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPaus Fransiskus juga vokal dalam isu-isu internasional, termasuk mengecam rencana Presiden AS Donald Trump di masa jabatan pertamanya untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko, yang disebutnya sebagai tindakan “tidak Kristen.”
Pada 2016, saat krisis migrasi di Eropa memuncak, Paus Fransiskus terbang ke Pulau Lesbos di Yunani dan kembali ke Roma bersama tiga keluarga pengungsi Muslim asal Suriah yang mencari suaka.
Ia juga menunjukkan komitmen kuat terhadap rekonsiliasi antaragama. Dalam pertemuan bersejarah pada Februari 2016, ia mencium Patriark Ortodoks Moskow, Kirill. Tiga tahun kemudian, ia bersama ulama Sunni terkemuka, Sheikh Ahmed al-Tayeb, menyerukan pentingnya kebebasan beragama di hadapan dunia.
Paus Fransiskus menghidupkan kembali diplomasi Vatikan dengan berbagai cara lain, termasuk membantu memfasilitasi pemulihan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Kuba, serta mendorong proses perdamaian di Kolombia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!