Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Masih Cemaskan Konflik Dagang AS-Tiongkok, Intip Proyeksi IHSG Awal Pekan Ini

📅 Senin, 21 Apr 2025, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Masih Cemaskan Konflik Dagang AS-Tiongkok, Intip Proyeksi IHSG Awal Pekan Ini Doc: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ket. Ilustrasi - Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan awal pekan ini. Pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen dari global, terutama konflik dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. 

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan melihat pasar masih cemas dengan aksi saling balas kebijakan tarif antara AS dan Tiongkok. Terbaru, Tiongkok menerapkan sejumlah kebijakan non-tarif yang membatasi perdagangan dengan AS yang dikhawatirkan memicu gangguan produksi domestik, kenaikan angka pengangguran dan lonjakan inflasi di Negeri Paman Sam. 

Di sisi lain, Gubernur The Fed, Jerome Powell khawatir terhadap outlook inflasi yang mempersempit ruang gerak bank sentral melakukan operasi moneter. Karenanya, Valdy memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (21/4), masih melanjutkan fase konsolidasi di kisaran 6.400-6.500.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/4) sore, ditutup menguat 38,22 poin atau 0,60 persen ke posisi 6.438,27di tengah pelaku pasar sedang bersikap wait and see terhadap proses negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terkait tarif resiprokal. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,44 poin atau 0,76 persen ke posisi 722,69.

"IHSG bergerak sideways dalam perdagangan Kamis (17/4), yang mengindikasikan sikap wait and see pelaku pasar menjelang libur panjang akhir pekan. Pasar mengantisipasi hasil atau perkembangan proses negosiasi antara Indonesia dengan AS," ujar Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan di Jakarta.

Terkait kebijakan tarif, Valdy menyebut pelaku pasar mengkhawatirkan perubahan kebijakan tarif atau kebijakan baru terkait tarif selama libur panjang pada akhir pekan ini.

Pasalnya, Tiongkok justru menerapkan sejumlah kebijakan nontarif yang membatasi perdagangan dengan AS, yang dikhawatirkan berpotensi memicu gangguan produksi domestik, kenaikan angka pengangguran, serta lonjakan inflasi di AS. Di sisi lain, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan kekhawatirannya terhadap outlook inflasi yang mempersempit ruang gerak The Fed.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana sektor infrastruktur paling tinggi yaitu 2,43 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor properti naik masing-masing 2,41 persen dan 1,23 persen.

Sedangkan, tiga sektor terkoreksi, yang mana sektor industri paling dalam yaitu minus 0,69 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor barang konsumen nonprimer yang masing-masing minus 0,27 persen dan minus 0,69 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.151.570 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,84 miliar lembar saham senilai 9,76 triliun rupiah. Sebanyak 324 saham naik, 267 saham menurun, dan 214 tidak bergerak nilainya. mad/Ant/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Mas...

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.