Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perusahaan Singapura Minta Maaf Gara-gara Tampilan Video Bendera Nasional  Malaysia Tanpa Bulan Sabit

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 19:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perusahaan Singapura Minta Maaf Gara-gara Tampilan Video Bendera Nasional  Malaysia Tanpa Bulan Sabit Doc: Facebook/Zhang Faris

SINGAPURA - Sebuah perusahaan Singapura tersangkut dalam kontroversi di Malaysia terkait video yang dikatakan memperlihatkan bendera Malaysia tanpa bulan sabit, yang mewakili Islam sebagai agama federasi.

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan pada hari Minggu (20/4) bahwa setidaknya lima laporan polisi telah dibuat terkait video yang diputar oleh seorang peserta pameran di sebuah acara di pusat perbelanjaan Kuala Lumpur, media lokal melaporkan.

Insiden tersebut dikatakan melibatkan video promosi Singapore Lactation Bakes, yang diputar di layar di TCE Baby Expo yang diadakan di Mid Valley Exhibition Centre di Kuala Lumpur sejak Kamis (17/4) lalu.

Penyelenggara TCE Baby Expo mengatakan pihaknya menutup stan pameran dan menghapus video setelah masalah tersebut terungkap, Malay Mail melaporkan.

"Sejauh yang saya ketahui, setidaknya ada lima laporan yang telah disampaikan," kata Fahmi seperti dikutip oleh kantor berita Free Malaysia Today.

"Kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini. Jika ditemukan pelanggaran, kami minta agar diambil tindakan tegas. Tindakan tegas diperlukan karena Jalur Gemilang merupakan simbol kebanggaan dan kedaulatan nasional kita – ini tidak boleh dianggap enteng,” imbuh Fahmi, merujuk pada bendera nasional Malaysia.

Singapore Lactation Bakes, yang menjual kue laktasi, antara lain, meminta maaf pada hari Sabtu (19/4).

"Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya terkait dengan kelalaian serius dalam video peluncuran perkenalan kami untuk SLB Malaysia," kata mereka dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun media sosialnya.

"Kami mengakui betapa pentingnya bendera nasional sebagai simbol identitas, warisan, dan persatuan Malaysia. Kami tidak pernah bermaksud menyinggung atau bersikap tidak hormat dengan cara apa pun. Ini adalah kesalahan yang disesalkan dan tidak disengaja yang terjadi selama proses kreatif, dan kami bertanggung jawab penuh atas kesalahan tersebut.”

Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah dua surat kabar berbahasa Mandarin diselidiki oleh pihak berwenang atas insiden serupa.

Surat kabar Sin Chew Daily telah menerbitkan ilustrasi grafis yang menampilkan Jalur Gemilang tanpa bulan sabit di halaman depannya dalam sebuah tindakan yang juga menuai teguran dari raja negara itu, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar.

Sin Chew Daily telah mengeluarkan permintaan maaf atas masalah ini dan menskors dua editor. CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Teknologi AI Harus Digenggam Kaum Muda

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Teknologi AI Harus Digengga...
Daerah
Dirut Bulog Sidak Mitra Mak...

Kaum Muda Didorong untuk Berperan Aktif Membangun Bangsa

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Kaum Muda Didorong untuk Be...
Nasional
Kemkomdigi Buka Diskusi Ind...
Daerah
Banten Coba Atasi Sebanyak ...
Rona
Kinerja Seseorang Bisa Dipe...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.