Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenaker: Teknisi Ponsel Harus Punya Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri.

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 11:07 WIB | Oleh:
Wamenaker: Teknisi Ponsel Harus Punya Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri. Doc: Humas Kemnaker
Ket. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa kompetensi teknisi ponsel harus selaras dengan kebutuhan industri. Penguatan keterampilan dan pelatihan yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha diperlukan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut teknisi ponsel memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Teknisi perlu adaptif terhadap inovasi terbaru, memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah, serta menguasai standar pelayanan dan keselamatan kerja.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan peningkatan kompetensi teknisi perlu diikuti dengan kesempatan berkompetisi. Karena itu, Kemnaker untuk pertama kalinya memasukkan kategori teknisi ponsel dalam Indonesia Skills Competition (Inaskill) 2026.

“Teman-teman teknisi boleh ikut dan ini baru pertama kali lomba teknisi ponsel masuk kategori lomba yang kita siapkan. Finalnya nanti akan diadakan oleh Ditjen Binalavotas,” kata Afriansyah saat menutup World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Gedung Kemnaker, Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Kategori teknisi ponsel tersebut akan dilombakan di Gedung Vokasi Kemnaker, Jl.Gatot Subroto No.44, Jakarta Selatan. Kemnaker juga memotivasi komunitas teknisi ponsel di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional tersebut.

Menurut Afriansyah, tuntutan terhadap teknisi semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Karena itu, kemampuan teknisi perlu terus disesuaikan dengan perkembangan inovasi dan kebutuhan industri.

“Dengan begitu, kualitas SDM teknisi nasional dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang semakin modern,” katanya.

Afriansyah berharap kompetisi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas teknisi Indonesia agar semakin teruji dan mampu bersaing secara global.

“Kemnaker berharap teknisi Indonesia semakin teruji dan mampu bersaing secara global. Kami juga memotivasi komunitas teknisi ponsel di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, CGC Indonesia 2026 yang ditutup Wamenaker menghasilkan tujuh pemenang yang berhak mengikuti CGC World Cup 2026 di Poly World Trade Center Expo (PWTC Expo), Guangzhou, Tiongkok, pada 10–11 Oktober 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 ...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.