Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mukomuko Minta Warga Waspada Setelah 9 Kasus Gigitan HPR Terjadi di Bulan Maret

📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 14:48 WIB | Oleh:
Mukomuko Minta Warga Waspada Setelah 9 Kasus Gigitan HPR Terjadi di Bulan Maret Doc: Antara Foto
Ket. Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo

Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu menangani sebanyak sembilan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing selama bulan Maret 2025, namun tidak ada korbannya yang positif rabies.

"Sebanyak sembilan kasus gigitan HPR selama bulan Maret 2025 itu ditangani di enam puskesmas daerah ini," kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo saat dihubungi di Mukomuko, Sabtu.

Dia mengatakan dari sebanyak sembilan kasus atau sembilan orang yang menjadi korban gigitan HPR, tiga orang ditangani atau diobati di Puskesmas Lubuk Sanai.

Kemudian, satu orang di Puskesmas Lubuk Pinang, satu orang di Puskesmas Lalang Luas, dua orang di Puskesmas Ipuh, satu orang Puskesmas Bukit Mulya, dan satu orang Puskesmas Bantal.

Dia mengatakan dari sebanyak sembilan orang korban gigitan HPR ini, paling banyak warga digigit kucing sebanyak enam orang dan tiga orang digigit anjing.

Dari sebanyak sembilan korban gigitan kucing dan anjing ini, kata dia, paling banyak korban ini adalah laki-laki, yakni lima orang laki-laki dan perempuan empat orang.

Dia mengatakan enam puskesmas ini telah melakukan tindakan awal untuk mencegah sembilan korban gigitan hewan ini tertular penyakit rabies dengan cara mencuci lukanya.

Kemudian, pihak puskesmas juga memberikan vaksin antirabies kepada semua korban gigitan hewan penular rabies, mulai dari vaksin dosis I, II, dan III.

Sementara itu, ia menyebutkan instansinya selama bulan Januari hingga Februari 2025 menangani sebanyak 24 kasus gigitan HPR seperti anjing, kucing, kera, dan kelelawar.

Untuk pencegahan penyakit rabies di daerah ini, ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan bidang peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian untuk meminta data hewan yang sudah diberikan vaksin rabies.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.