Permintaan Ubi Kayu Meningkat, Petani Lebak Raup Untung
📅 Jumat, 18 Apr 2025, 16:48 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LEBAK - Permintaan ubi kayu atau singkong di Kabupaten Lebak, Banten sejak dua bulan terakhir meningkat sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani.
“Kita bisa menghabiskan sebanyak empat ton dari sebelumnya dua ton per pekan. Dengan habis empat ton dengan harga Rp5.000 per kilogram sehingga dapat menghasilkan ekonomi 20 juta rupiah," kata Ujang, seorang pedagang ubi kayu di Pasar Subuh Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Jumat (18/4).
Kebanyakan konsumen yang membeli ubi kayu itu, selain untuk dijadikan makanan alternatif pengganti beras juga untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Di mana singkong dapat menjadi makanan tambahan keluarga dengan diversifikasi produk, seperti menjadi bolu singkong, rebus singkong, gorengan singkong, getuk, landri dan lainnya.
Apalagi, ujar dia, harga beras di pasaran relatif tinggi di atas Rp12 ribu per kilogram, sedangkan singkong Rp4.000 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keunggulan singkong memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan jika warga tak mampu membeli beras maka penggantinya ubi kayu.
Selain itu, juga singkong dapat dikelola oleh pelaku UMKM dijadikan produksi makanan camilan, seperti keripik dengan berbagai rasa, keripik krispy, kerupuk opak, combro, misro, ketimus, dan sebagainya.
Bahkan, menjelang Lebaran pada Maret 2025 banyak aneka makanan yang bahan baku singkong.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, permintaan ubi kayu cenderung meningkat untuk makanan tambahan keluarga dan usaha aneka kerajinan pelaku UMKM.
"Kami mendapatkan singkong itu dipasok dari petani lokal sehingga dapat membantu ekonomi petani," katanya.
Samsudin, seorang penampung singkong mengaku dirinya sejak Maret - April 2025 juga mendapatkan permintaan pelanggannya dari Jakarta dan Tangerang yang meningkat dua kali lipat sebelumnya 10 ton menjadi 20 ton per pekan.
Meningkatnya permintaan singkong itu, karena berbagai faktor di antaranya harga beras di pasaran begitu mahal sehingga ubi kayu menjadi alternatif makanan pengganti bahan pokok.
Selain itu, juga tumbuh dan berkembangnya usaha kerajinan makanan yang menggunakan bahan pokok ubi kayu.
"Kami jika memasok ubi kayu 20 ton bisa menghasilkan pendapatan uang Rp100 juta dengan harga Rp5.000 per kilogram," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!