Permintaan Ubi Kayu Meningkat, Petani Lebak Raup Untung
📅 Jumat, 18 Apr 2025, 16:48 WIB | Oleh: SriyonoKepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, selama ini lahan pertanian singkong belum mengarah pada petani monokultur karena mereka hanya menjadikan tanaman sampingan.
Padahal, permintaan pasar cenderung meningkat sehingga menjanjikan pendapatan ekonomi petani.
Saat ini, produksi singkong rata-rata 30 ton per hektare dan harga di tingkat petani relatif baik dengan harga Rp3.000 per kilogram.
"Jika produksi 30 ton dengan harga Rp3.000 per kilogram sehingga petani bisa menghasilkan uang Rp90 juta per hektare," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan, potensi pengembangan tanaman singkong di Lebak cukup luas karena merupakan daerah agraris.
Selain itu, tanam ubi kayu juga tidak banyak perawatan karena tanaman itu mudah tumbuh subur tanpa penggunaan pupuk.
Para petani di 28 kecamatan hampir semuanya terdapat tanaman singkong, tetapi jumlah tanam masih kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan produksi ubi kayu sepanjang Januari sampai Maret 2025 sebanyak 925 ton dari lahan panen seluas 160 hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!