Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penjurusan SMA Menyesuaikan Kebijakan Tes Kompetensi Akademik

📅 Jumat, 18 Apr 2025, 22:51 WIB | Oleh:
Penjurusan SMA Menyesuaikan Kebijakan Tes Kompetensi Akademik Doc: Tangkapan layar Youtube Doni Koesoema
Ket. Pakar pendidikan, Doni Koesoema

JAKARTA - Pakar pendidikan, Doni Koesoema, menilai, rencana pemerintah mengembalikan penjurusan SMA merupakan upaya untuk menyesuaikan dengan kebijakan Tes Kompetensi Akademik (TKA). TKA sendiri merupakan program evaluasi belajar murid seperti Ujian Nasional (UN).

"Sebenarnya yang menjadi fokus itu bukan sistem penjurusannya. Sebenarnya ingin mengintrodusir kebijakan baru yang disebut Tes Kompetensi Akademik," ujar Donnie, dalam siaran youtube-nya, yang diakses Jumat (18/4).

Dia menjelaskan, pada rezim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikburistek), kebijakan UN dihapus dan diganti dengan Asesmen Nasional (AN). Padahal, secara jenisnya, AN hanya survei dan tidak bisa menggantikan UN yang merupakan proses evaluasi belajar.

Doni menilai, TKA memiliki nilai positif karena tidak menjadi penentu kelulusan siswa, tapi dapat menjadi instrumen penerimaan mahasiswa baru. Dengan demikian, tindak kecurangan seperti pemalsuan nilai tidak akan terjadi dan guru serta siswa juga tidak akan terbebani.

"Amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dan bahwa harus ada ujian untuk menilai hasil belajar peserta didik oleh lembaga yang mandiri dan independen," jelasnya.

Dia mengatakan, TKA menjadi penting sebagai instrumen penerimaan mahasiswa baru karena TKA akan menguji rumpun mata pelajaran siswa. Menurutnya, TKA berbeda dengan Tes Potensi Akademik (TPA) yang menguji kemampuan literasi, matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

"Ketiadaan seleksi masuk perguruan tinggi berdasarkan rumpun keilmuan. Yang akhirnya membuat perguruan tinggi kita itu tidak mampu menyeleksi mahasiswa terbaik," katanya.

Doni menekankan, perubahan dalam kebijakan pendidikan merupakan hal yang wajar. Menurutnya, jika perubahan kebijakan merupakan hal positif seperti penjurusan SMA dan TKA perlu didukung, begitu juga sebaliknya.

"Kita harus belajar melihat apakah perubahan ini menuju ke arah kebaikan atau tidak. Kalau itu tidak baik, berilah kritik dan masukan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.