Pantau Jadwal Keberangkatan Trans Metro Dewata Lewat Aplikasi
📅 Jumat, 18 Apr 2025, 13:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Antara
Dinas Perhubungan (Dishub) Bali mengimbau masyarakat untuk menggunakan aplikasi ponsel guna memantau pergerakan bus Trans Metro Dewata (TMD) seiring dengan rencana pengoperasian kembali layanan tersebut mulai 20 April 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Bali, Nyoman Sunarya, menanggapi pertanyaan masyarakat terkait minimnya informasi mengenai layanan transportasi publik tersebut.
Sunarya menyebutkan bahwa pengguna dapat memanfaatkan dua aplikasi yang tersedia, yakni Mitra Darat, yang mencakup layanan bus di berbagai wilayah di Indonesia, dan aplikasi Trans Metro Dewata yang lebih spesifik untuk wilayah Bali.
“Mungkin (aplikasi Trans Metro Dewata) hanya namanya berbeda, sedangkan Mitra Darat seluruh Indonesia bisa dilacak seperti Banyumas, Solo, dan yang lain masuk. Sekarang yang satu ini lebih melihat Trans Metro Dewata saja, lebih spesifik Bali,” jelasnya di Denpasar, Kamis (10/4).
Kedua aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melacak posisi bus secara real time, sehingga memudahkan penyesuaian waktu keberangkatan. Fitur ini merupakan bagian dari sistem operasional yang terintegrasi dan mulai diberlakukan kembali bersamaan dengan kembalinya layanan TMD setelah empat bulan dihentikan sejak 1 Januari 2025 lalu.
Meski begitu, Sunarya menegaskan bahwa keberadaan aplikasi bukan satu-satunya cara untuk mengakses layanan bus. Ia menyebut bahwa Trans Metro Dewata akan mudah ditemui di halte-halte, dengan waktu tunggu antar bus (headway) berkisar 15 hingga 16 menit. “Tanpa bantuan aplikasi pun masyarakat tak perlu khawatir tertinggal bus,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jam operasional TMD dijadwalkan mulai pukul 04.30 Wita untuk keberangkatan pertama hingga pukul 19.00 Wita untuk keberangkatan terakhir. Meski jadwal berbeda di tiap koridor, Dishub Bali memastikan tidak ada perubahan rute dari yang berlaku sebelumnya. TMD tetap melayani enam koridor utama yang telah digunakan sebelum penghentian sementara.
Sunarya juga menjelaskan bahwa penyesuaian headway terjadi akibat berkurangnya jumlah unit bus yang beroperasi, namun ia memastikan kualitas layanan tetap menjadi prioritas. Ia mengajak masyarakat untuk mencatat rute yang ingin dituju agar tidak bingung saat menggunakan transportasi publik ini.
Dengan hadirnya kembali TMD di jalanan Bali, Dishub berharap akan ada peningkatan keterisian dan minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan dikembalikannya bus ke jalanan, akan terjadi kenaikan keterisian dibanding dahulu, dan mengurangi kendaraan pribadi penyebab kemacetan di jalan,” kata Sunarya.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengatasi kemacetan, menekan polusi, serta meningkatkan efisiensi transportasi. Keberadaan aplikasi pemantau bus, ditambah jadwal operasional yang konsisten, diharapkan bisa mendorong budaya menggunakan angkutan umum di Bali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!