Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Siap Tinggalkan Pembicaraan Damai Ukraina Jika Tak Ada Kemajuan

📅 Jumat, 18 Apr 2025, 21:45 WIB | Oleh:
AS Siap Tinggalkan Pembicaraan Damai Ukraina Jika Tak Ada Kemajuan Doc: Istimewa
Ket. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengancam akan mencabut perjanjian itu 'dalam beberapa hari', setelah Kyiv mengatakan telah menandatangani nota kesepahaman tentang perjanjian mineral.

PARIS - Menteri Luar Negeri Marco Rubio, pada Jumat (18/4), mengatakan, Amerika Serikat "dalam beberapa hari" akan menghentikan upayanya untuk menengahi perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina kecuali ada tanda-tanda yang jelas bahwa penyelesaian dapat dicapai, sementara Kyiv mengatakan telah menandatangani nota kesepahaman dengan AS mengenai kesepakatan mineral yang kontroversial.

Berbicara di Paris setelah bertemu dengan para pemimpin Eropa dan Ukraina, Rubio mengatakan Donald Trump masih tertarik pada kesepakatan tersebut. Namun, ia menambahkan bahwa presiden AS memiliki banyak prioritas lain di seluruh dunia dan bersedia untuk melanjutkan kecuali ada tanda-tanda kemajuan.

Dari The Guardian, komentar Rubio merupakan sinyal paling jelas sejauh ini bahwa Gedung Putih siap untuk meninggalkan upaya diplomatiknya untuk menegosiasikan akhir perang. Bulan lalu, Ukraina menyetujui tanpa syarat usulan AS untuk gencatan senjata selama 30 hari.

Namun, Kremlin menolak rencana tersebut. Sebaliknya, mereka melancarkan operasi militer baru melintasi garis depan sejauh 600 mil (1.000 km) dan meningkatkan serangan udara terhadap warga sipil dan infrastruktur Ukraina. Pada hari Minggu, mereka mengebom kota Sumy, menewaskan 35 orang dan melukai 117 orang .

Sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, ia telah memberikan tekanan pada Ukraina , menghentikan sebagian besar bantuan militer AS, dan menghentikan sementara pembagian informasi intelijen.

Sementara itu, rincian penting dari kesepakatan mineral tersebut masih belum jelas, termasuk apakah Kyiv telah menyetujui tuntutan Gedung Putih agar mereka “membayar kembali” biaya bantuan militer sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.