Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PDB Tiongkok Tumbuh 5,4% di Tengah Perang Tarif

📅 Kamis, 17 Apr 2025, 01:00 WIB | Oleh:
PDB Tiongkok Tumbuh 5,4% di Tengah Perang Tarif Doc: istimewa
Ket. Biro Statistik Nasional Tiongkok - Dorongan terhadap pertumbuhan permintaan domestik yang efektif masih kurang, dan fondasi bagi pemulihan serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan belum sepenuhnya kokoh.

Jakarta - Ekonomi Tiongkok pada periode Januari-Maret tumbuh sebesar 5,4 persen secara riil dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laju ekspansi yang tidak berubah dari kuartal sebelumnya.

Sebagaimana data resmi yang dirilis Rabu (16/4) , Tiongkok mencatatkan prospek ekonomi yang cenderung tetap suram di tengah perang tarif yang semakin intensif dengan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Antara, didukung oleh langkah-langkah stimulus, peningkatan produk domestik bruto (PDB) yang disesuaikan dengan inflasi dari ekonomi terbesar kedua di dunia ini melampaui ekspektasi pasar, meskipun terdapat ketegangan dagang dengan Washington.

Angka PDB pada tiga bulan pertama tahun 2025 tersebut berada di atas target pertumbuhan sekitar 5 persen yang ditetapkan untuk sepanjang tahun.

Secara kuartalan, PDB Tiongkok pada kuartal pertama 2025 naik 1,2 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya, melambat dari pertumbuhan 1,6 persen pada periode Oktober-Desember.

Biro Statistik Nasional menyatakan bahwa ekonomi Tiongkok pada kuartal pertama “memulai dengan baik dan stabil serta mempertahankan momentum pemulihan” berkat efek berkelanjutan dari kebijakan makro dan peran yang semakin dominan dari inovasi.

“Namun, kita harus menyadari bahwa lingkungan eksternal menjadi semakin kompleks dan berat, dorongan terhadap pertumbuhan permintaan domestik yang efektif masih kurang, dan fondasi bagi pemulihan serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan belum sepenuhnya kokoh,” tambah biro tersebut.

Dua ekonomi terbesar dunia ini telah terlibat dalam perang tarif balasan sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari untuk masa jabatan kedua yang tidak berurutan, dengan saling memberlakukan tarif tinggi.

Barang-barang Tiongkok kini dikenakan tarif tambahan sebesar 145 persen saat masuk ke Amerika Serikat, sementara Tiongkok telah menaikkan tarif balasan atas seluruh barang asal AS menjadi 125 persen.

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menekankan perlunya menerapkan “kebijakan makro yang lebih proaktif” secara tepat waktu guna merespons “ketidakpastian dalam lingkungan eksternal” dalam pertemuannya dengan para pakar ekonomi dan pengusaha pekan lalu.

Ia berjanji bahwa Beijing akan menjadikan perluasan permintaan domestik sebagai strategi jangka panjang.

Percepatan Berkelanjutan

Sektor manufaktur Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang stabil pada kuartal pertama 2025, menurut data faktur pajak pertambahan nilai (PPN) terbaru yang dirilis oleh Administrasi Perpajakan Tiongkok.

Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan penjualan di bidang manufaktur teknologi tinggi meningkat 12,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan 3,1 poin persentase lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data tersebut.


Pendapatan penjualan di bidang manufaktur peralatan tumbuh sebesar 9,7 persen, dengan laju pertumbuhan yang meningkat 3,5 poin persentase dari setahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.