Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Gagal Dapat Keringanan Tarif dari AS

24 Kamis, 17 Apr 2025, 10:25 WIB | Oleh:
Jepang Gagal Dapat Keringanan Tarif dari AS Jepang Gagal Dapat Keringanan Tarif dari AS Doc: Japan Times/Jiji
Ket. Menteri revitalisasi ekonomi Ryosei Akazawa, kepala negosiator tarif Jepang, menanggapi pertanyaan di Bandara Haneda di Tokyo menjelang kunjungannya ke AS pada hari Rabu.

WASHINGTON - Jepang gagal mendapatkan keringanan segera dari kebijakan tarif AS pada Rabu (16/4). Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengatakan setelah utusannya mengadakan pembicaraan di Washington, negosiasi di masa depan "tidak akan mudah".

Pembicaraan antara Ryosei Akazawa dan Presiden Donald Trump serta pejabat senior AS lainnya diawasi dengan ketat sebagai barometer negosiasi Washington dengan negara-negara lain yang terguncang oleh tarif AS.

"Tentu saja, diskusi selanjutnya tidak akan mudah, tetapi Presiden Trump telah menyatakan keinginannya untuk memberikan prioritas tertinggi pada negosiasi dengan Jepang," kata Ishiba di Tokyo.

"Kami menyadari bahwa putaran pembicaraan ini telah menciptakan landasan bagi langkah selanjutnya, dan kami menghargainya," kata Ishiba, seraya menyebut diskusi Akazawa di Washington "terbuka dan konstruktif".

"Tentu saja ada kesenjangan antara Jepang dan AS," katanya.

Investor Teratas

Perusahaan Jepang merupakan investor terbesar di Amerika Serikat, dan Jepang merupakan sekutu strategis yang penting bagi Washington di kawasan Asia-Pasifik.

Tetapi Jepang dikenai tarif dasar 10 persen yang sama yang diberlakukan Trump pada sebagian besar negara serta pungutan yang lebih tinggi pada mobil, baja, dan aluminium.

Satu dari 10 pekerjaan di ekonomi terbesar keempat di dunia terkait dengan industri otomotif.

Trump telah menangguhkan selama 90 hari apa yang disebut tarif timbal balik pada sejumlah negara, termasuk Jepang yang menghadapi tarif tambahan sebesar 24 persen, kecuali Tiongkok.

Selain mengambil lebih banyak barang AS, Trump dilaporkan ingin Jepang membeli lebih banyak peralatan pertahanan AS dan berbuat lebih banyak untuk memperkuat yen terhadap dolar.

Kemajuan Besar 

Trump mengatakan di platform Truth Social miliknya setelah bertemu Akazawa, bahwa keduanya telah membuat "kemajuan besar". 

Menteri Jepang kemudian mengadakan pembicaraan dengan Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer.

Akazawa mengatakan kepada wartawan setelahnya di Washington bahwa pemerintahan Trump menginginkan kesepakatan perdagangan dalam pembekuan pungutan "timbal balik" selama 90 hari saat ini.

"Saya memahami bahwa AS ingin membuat kesepakatan dalam waktu 90 hari. Sementara itu, kami ingin melakukannya sesegera mungkin," kata Akazawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.