Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepanjang 2024, Google Blokir 5,1 Miliar Iklan Palsu

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 22:31 WIB | Oleh:
Sepanjang 2024, Google Blokir 5,1 Miliar Iklan Palsu Doc: ANTARA/Livia Kristianti
Ket. Ilustrasi logo Google dipasang di Kantor Google Indonesia, Jakarta Selatan.

JAKARTA - Google menyatakan telah memblokir 5,1 miliar iklan, menghapus 1,3 miliar halaman web, dan membatasi penayangan 9,1 miliar iklan yang dicurigai sebagai modus penipuan sepanjang tahun 2024.

Sebagai perbandingan, Google memblokir lebih dari 5,5 miliar iklan dan mengambil tindakan terhadap 2,1 miliar halaman penerbit pada 2023.

Raksasa mesin pencari tersebut menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan model bahasa besar (large language model/LLM) dan tanda-tanda seperti penyamaran bisnis serta detail pembayaran ilegal, mereka berhasil menangguhkan sebagian besar akun pengiklan palsu sebelum iklan sempat ditayangkan, sebagaimana dilansir dari Tech Crunch pada Rabu (16/4).

Pada tahun lalu, Google meluncurkan lebih dari 50 peningkatan berbasis LLM untuk memperkuat sistem penegakan kebijakan keamanan di seluruh platformnya.

“Model AI ini sangat penting bagi kami dan telah memberikan peningkatan yang luar biasa, tapi kami tetap melibatkan manusia dalam setiap proses,” ujar General Manager Ads Safety Google Alex Rodriguez.

Rodriguez menjelaskan bahwa Google membentuk tim khusus yang terdiri atas lebih dari 100 ahli dari berbagai divisi, termasuk tim Ads Safety, Trust and Safety, serta peneliti dari DeepMind. Tim ini menganalisis iklan deepfake dengan modus penyamaran menjadi tokoh publik dan mengembangkan langkah-langkah teknis untuk merespons tindakan penipuan tersebut.

Tahun lalu, Google memperkenalkan lebih dari 30 pembaruan kebijakan iklan dan penerbit serta langkah teknis lainnya. Inisiatif ini diklaim berhasil membuat lebih dari 700.000 akun pengiklan bermasalah ditangguhkan dan menurunkan laporan iklan deepfake hingga 90 persen.

Di Amerika Serikat saja, Google mengatakan telah menangguhkan 39,2 juta akun pengiklan dan menghapus 1,8 miliar iklan selama 2024. Pelanggaran utama mencakup penyalahgunaan jaringan iklan, pelanggaran merek dagang, klaim kesehatan yang menyesatkan, iklan yang dipersonalisasi, dan pemalsuan identitas.

India, sebagai negara berpenduduk terbanyak dan pasar internet terbesar kedua di dunia setelah China, mencatat 2,9 juta akun pengiklan ditangguhkan dan 247,4 juta iklan dihapus. Lima pelanggaran kebijakan tertinggi di India meliputi layanan keuangan, penyalahgunaan merek dagang, penyalahgunaan jaringan iklan, iklan personalisasi, serta perjudian dan permainan.

Dari total akun yang ditangguhkan, lima juta di antaranya dilakukan karena pelanggaran terkait penipuan. Secara keseluruhan, Google menghapus hampir setengah miliar iklan yang berkaitan dengan penipuan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Daerah
Basarnas Akan Kerahkan Dua ...
Daerah
BMKG: Waspadai Banjir Rob d...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.