Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Verstappen Dinilai Sulit Bangkit dalam Perburuan Gelar Formula 1

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 09:17 WIB | Oleh:
Verstappen Dinilai Sulit Bangkit dalam Perburuan Gelar Formula 1 Doc: AFP
Ket. Ralf Schumacher

PARIS – Mantan pembalap Ralf Schumacher menilai kemenangan Max Verstappen di Monza belum cukup untuk menghidupkan kembali peluang juara dunia Formula 1 2025.

Dalam wawancara dengan Formel1.de, mantan pembalap asal Jerman itu ditanya apakah Verstappen masih bisa bersaing dalam perebutan gelar. Ia menjawab singkat, “Ya (masih di luar persaingan).”

Schumacher menilai Verstappen akan menghadapi tantangan berat di seri berikutnya di Baku. “Dia bisa saja memasang sayap lebih kecil di Red Bull lagi. Tapi maaf, Azerbaijan bukanlah sirkuit terbaik untuknya. Sergio Perez sering tampil lebih kuat di sana. Saya pikir itu akan menjadi akhir pekan yang sulit baginya,” ujar adik dari legenda F1, Michael Schumacher, tersebut.

Meski begitu, Schumacher melihat adanya tanda-tanda kemajuan di Red Bull setelah kepergian Christian Horner. Ia memberi pujian kepada bos baru tim, Laurent Mekies, yang menurutnya memiliki pendekatan lebih teknis.

“Christian Horner adalah sosok yang mencintai motorsport dan melakukan pekerjaan hebat. Tapi dia lebih seorang manajer. Saya pikir Horner tidak bisa menangkap detail teknis secepat seorang insinyur sejati,” ujarnya kepada Sky Deutschland.

Menurut Schumacher, Mekies adalah “talenta hebat, terutama dalam menyatukan orang-orang. Ia tidak menganggap dirinya penting, yang ia inginkan hanyalah semuanya bekerja. Itu mengingatkan saya pada Fred Vasseur, yang pernah berkata: ‘Saya tidak ingin sekadar berada di Ferrari, saya ingin menang bersama Ferrari.’ Sikap Mekies juga sama. Ia mencintai pekerjaannya, dan kini ia punya peluang besar.”

Schumacher menekankan kemampuan Mekies yang mampu terlibat langsung dengan tim teknis. “Saat sesuatu dipresentasikan kepadanya, ia bisa langsung berkata: ‘Ini bagus, tapi kita perlu arah ke sini atau ke sana.’ Dan ia bisa mengulanginya lima bahkan delapan kali, tergantung kebutuhan struktur tim.”

Berbicara kepada T-Online, Schumacher menilai drama internal Red Bull di awal musim membuat Verstappen sudah kehilangan momentum dalam perburuan gelar.

“Menurut saya Red Bull terlalu lama disibukkan dengan masalah internal. Tapi mereka akhirnya menyelesaikan masalah (Horner). Penggantinya, Laurent Mekies, adalah pionir generasi baru bos tim yang punya latar belakang teknis. Itu sangat penting,” katanya.

Ia menutup dengan penekanan bahwa F1 modern membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menguasai kebijakan perusahaan, tetapi juga memiliki pemahaman teknis mendalam. “Hanya dengan begitu sebuah tim bisa menyatukan orang-orang yang tepat. Sekarang, menjadi sekadar manajer saja tidak cukup.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.