Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Langkah Berani Ini Dilakukan Pemprov Kaltim Guna Lindungi Penyu di Berau

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 03:28 WIB | Oleh:
Langkah Berani Ini Dilakukan Pemprov Kaltim Guna Lindungi Penyu di Berau Doc: Antara foto
Ket. Foto udara Kampung Balikukup di Kabupaten Berau, Kaltim.

BERAU - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (DKP Kaltim) melalui unit teknis meningkatkan pengawasan pada kawasan konservasi perairan dan kepulauan di Kabupaten Berau, guna memberikan perlindungan penyu hijau, setelah kejadian penyu mati yang diduga dibunuh saat bertelur.

"Kawasan konservasi ini merupakan salah satu habitat peneluran penyu hijau terpenting di Indonesia, sehingga perlu perlindungan lebih kuat," kata Kepala Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (BLUD UPTD KKP3K-KDPS) DKP Kaltim Didik Riyanto di Berau, Senin.

Kasus kematian seekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang diduga dibunuh saat bertelur di Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau, pada 3 Agustus 2026, menjadi momentum pihaknya bersama para mitra konservasi untuk memperkuat perlindungan penyu di Indonesia.

"Peristiwa ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat pengelolaan kawasan konservasi, sehingga kami memperkuat patroli, pemantauan habitat peneluran, peningkatan kapasitas petugas, masyarakat, hingga memperluas kolaborasi agar perlindungan penyu dapat berjalan lebih efektif," ujarnya.

Saat ini pihaknya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan mitra lain pun memperkuat koordinasi penanganan di lapangan sekaligus menyusun langkah penguatan perlindungan penyu hingga edukasi masyarakat tentang pentingnya kawasan konservasi untuk ekonomi berkelanjutan.

Sementara Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan, perlindungan penyu tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan habitat penyu.

Kasus matinya penyu di Balikukup harus menjadi momentum untuk mempercepat terbangunnya tata kelola perlindungan penyu yang lebih terpadu.

Pengelolaan kawasan konservasi yang efektif perlu diiringi dengan penguatan kapasitas pengelola dan masyarakat, pemantauan habitat berbasis ilmu pengetahuan, penjangkauan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

"Upaya konservasi juga harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. YKAN pun terus mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan upaya tersebut," kata Ilman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Luar Negeri
Gempa Kuat dengan Magnitudo...

Waspada, BMKG: Terpantau 54 Titik Panas di Sumatera Utara

56 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Waspada, BMKG: Terpantau 54...

Amankan 1.286 Telur Penyu

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
Amankan 1.286 Telur Penyu
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.