Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, BPS: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat di 2026

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 03:36 WIB | Oleh:
Kabar Gembira, BPS: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat di 2026 Doc: Antara foto
Ket. Badan Pusat Statistik merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Jakarta, Senin (10/8).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

BPS mencatat indeks literasi keuangan masyarakat pada 2026 sebesar 69,57 persen, naik 2,93 basis poin dibandingkan 2025 yang sebesar 66,64 persen.

“Berdasarkan hasil SNLIK tahun 2026, diperoleh bahwa Indeks Literasi Keuangan tahun 2026 adalah sebesar 69,57 persen yang artinya sekitar 70 dari 100 penduduk di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 di Jakarta, Senin.

Sebagaimana diketahui, literasi keuangan merupakan pengetahuan dan keterampilan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan.

Amalia merinci berdasarkan klasifikasi wilayah, indeks literasi keuangan di perkotaan tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 72,54 persen, dibandingkan dengan perdesaan sebesar 64,42 persen.

Sementara berdasarkan jenis keuangan, indeks literasi keuangan konvensional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan keuangan syariah sebesar 43,07 persen.

“Pada tahun 2026, literasi keuangan konvensional sebesar 69,57 persen, sementara syariah sebesar 43,07 persen. Jika dibandingkan tahun 2026, capaian indeks literasi keuangan konvensional meningkat sekitar 2,93 persen basis poin,” jelasnya.

Kemudian, untuk indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 93,61 persen pada 2026, meningkat 0,87 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 92,74 persen.

“Kenaikan ini pertama berasal dari keuangan konvensional yang meningkat dari 92,61 persen menjadi 93,53 persen,” tutur Amalia.

Inklusi keuangan sendiri merupakan ketersediaan akses dan pemanfaatan atas produk atau layanan pelaku usaha sektor keuangan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Berdasarkan wilayah, indeks inklusi keuangan di perdesaan tercatat sebesar 90,39 persen, sedangkan di perkotaan mencapai 95,47 persen.

“Indeks inklusi keuangan 2026 perkotaan maupun pedesaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu dimana untuk perkotaan meningkat 0,99 persen basis poin sementara pedesaan meningkat 0,36 persen basis poin,” terang Amalia.

Adapun SNLIK 2026 menggunakan metodologi survei dengan sampel yang tersebar di 38 provinsi 514 kabupaten/kota.

Wawancara dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) melalui aplikasi FASIH Mobile.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Atasi Dampak Kekeringan, BPBD Probolinggo Salurkan 24 Ribu Liter Air

35 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Atasi Dampak Kekeringan, BP...
Olahraga
Timnas Indonesia Gelar Lati...

Memperingati 24 Tahun HBKB Jakarta

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Memperingati 24 Tahun HBKB ...
Nasional
Era AI Makin Cepat, AMSI Un...
Advertisement
India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.