Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Gurun Thar Menghijau?

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 06:10 WIB | Oleh:
Mengapa Gurun Thar Menghijau? Doc: AFP/ Sajjad HUSSAIN
Ket. Seorang pria berjalan bersama unta-untanya di bukit pasir Gurun Thar di Desa Sam, negara bagian Rajasthan, India.

Gurun Thar membentang dari India hingga Pakistan seluas 200.000 kilometer persegi. kawasan padang pasir yang terdiri dari bagian yang sangat kering yaitu wilayah Marusthali di barat, dan daerah semi gurun di timur ini mulai menghijau.

Factor apa yang menyebabkan Gurun Thar menghijau? Menurut sebuah studi penghijauan ekstensif Thar didorong oleh perubahan musim hujan skala besar yang dipadukan dengan pemompaan air tanah untuk keperluan irigasi, intervensi pemerintah dalam membangun infrastruktur irigasi dan pasokan listrik.

Gurun Thar di India mengalami peningkatan penghijauan yang mencolok sebesar 38 persen setiap tahun selama dua dekade terakhir. Hal ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam curah hujan musim hujan dan perluasan pertanian, sebuah studi baru menunjukkan.

Menghijaunya gurun tersebut memberi gambar bagaimana lanskap Gurun Besar demikian disebut telah berubah, yang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan tekanan antropogenik. Sumber daya air tanah juga telah memberi kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan vegetasi, menurut laporan Greening of the Thar Desert driven by climate change and human interventions highlighted.

Pada skala tahunan, air tanah menyumbang 55 persen kontribusi dan curah hujan sebesar 45 persen, ditunjukkannya. Faktanya, Thar adalah satu-satunya gurun di dunia dengan peningkatan populasi, curah hujan, dan vegetasi tertinggi selama beberapa dekade terakhir, menurut para ilmuwan dari IIT Gandhinagar dan Bay Area Environmental Research Institute, NASA Research Park di AS.

Wilayah Thar, yang memiliki kepadatan populasi tertinggi di dunia untuk sebuah gurun, membentang seluas 200.000 kilometer persegi di wilayah barat laut India (Rajasthan, Gujarat, Punjab, dan Haryana) dan Pakistan tenggara. Para ilmuwan menganalisis semua 14 gurun utama di seluruh dunia selama tahun 2000–2020 dan menemukan bahwa wilayah tersebut mengalami pertumbuhan populasi tertinggi.

Peningkatan Curah Hujan

Berlawanan dengan tren perluasan wilayah kering, gurun tersebut mengalami peningkatan curah hujan sebesar 64 persen antara tahun 2001 dan 2023 meningkat pada tingkat 4,4 milimeter per tahun setelah tahun 2000, laporan tersebut menunjukkan.

Curah hujan tahunan meningkat di seluruh wilayah Thar, khususnya di wilayah barat laut dan terutama selama musim panas. Analisis ini didasarkan pada data dari Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station (CHIRPS), yang menggabungkan pengamatan presipitasi in-situ dan berbasis satelit.

Di antara 14 gurun utama, hanya empat (Thar, Arabian, Negev, dan Eastern Gobi) yang menunjukkan peningkatan presipitasi yang signifikan dan satu (Namib) mengalami penurunan presipitasi yang substansial selama 2001–2023, demikian temuan studi tersebut. Sembilan gurun utama yang tersisa tidak mengalami perubahan signifikan dalam presipitasi tahunan rata-rata.

Para peneliti menyebut peningkatan presipitasi sebagai “dampak berlawanan dari perubahan iklim.” Perubahan ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan vegetasi di gurun keempat gurun utama dengan peningkatan presipitasi yang signifikan juga mengalami peningkatan vegetasi yang signifikan selama 2001–2023, menurut studi tersebut.

Terjadi penghijauan ekstensif Thar didorong oleh perubahan musim hujan skala besar yang dipadukan dengan pemompaan air tanah untuk keperluan irigasi. Selain itu pemerintah India melakukan intervensi dengan membangun infrastruktur irigasi, dan pasokan listrik.

“Misalnya, perubahan iklim dapat membatasi ketersediaan air, sementara intervensi manusia yang terkait dengan irigasi dan pemompaan air tanah dapat mempertahankan tanaman di lingkungan yang kekurangan air,” tulis para penulis seperti dikutip dari laman Down to Earth.

Selama musim hujan musim panas, curah hujan menyumbang 66 persen dari penghijauan, sementara air tanah menyumbang 34 persen. Namun, di musim non-hujan, air tanah merupakan pendorong utama pertumbuhan vegetasi (67 persen). Setiap tahun, kontribusinya lebih seimbang, dengan air tanah menyumbang 55 persen dan curah hujan sebesar 45 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.