Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival Marandang Lestarikan Budaya Minangkabau

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 16:27 WIB | Oleh:
Festival Marandang Lestarikan Budaya Minangkabau Doc: ANTARA/HO-Humas UI
Ket. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) mengadakan Festival Marandang 2025.

DEPOK - Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) mengadakan Festival Marandang 2025, yang merupakan kuliner khas masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat.

Kegiatan bertema “Merawat Tradisi, Merajut Kebersamaan” ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan.

Dekan FIB UI Bondan Kanumoyoso, di Kampus UI, Depok, Selasa (15/4), mengatakan festival ini bertujuan menghidupkan tradisi memasak rendang di kalangan masyarakat. Festival yang memadukan kekayaan budaya Minangkabau dengan tradisi halal bihalal ini merupakan wujud peran kampus dalam pelestarian budaya.

“Festival ini adalah bukti konkret kontribusi kami dalam menjaga, merayakan, dan mewariskan kekayaan budaya Nusantara,” ujar Bondan Kanumoyoso.

Selain kegiatan memasak rendang yang dilakukan oleh para anggota DPP Bundo Kanduang IKM, rangkaian festival ini juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya Minangkabau, seperti Tari Piring oleh Bakul Budaya, Paduan Suara Minangkabau, pertunjukan angklung oleh Kelompok Angklung Perempuan Indonesia, Tari Panen oleh Komunitas Ayodya Pala, serta Peragaan Busana Minangkabau.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara puncak yakni tradisi makan bajamba, dimana seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan khas Minang.

Tradisi makan bajamba adalah tradisi makan bersama-sama yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, khususnya pada acara-acara adat dan perayaan penting.

Makan bajamba menekankan nilai kebersamaan dan silaturahmi dengan semua orang makan dari satu wadah besar yang sama. Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, berbagi, dan tidak membedakan status sosial.

Menurut Kepala PPKB FIB UI Lily Tjahjandari, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen PPKB dalam menjaga warisan budaya.

Ia mengatakan tradisi marandang bukan sekadar proses memasak rendang, melainkan warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO yang harus dilestarikan.

"Rendang mencerminkan nilai-nilai sosial, kearifan lokal, dan filosofi hidup masyarakat Minangkabau. Festival ini mampu menjaga kekayaan budaya Minang, sekaligus menghadirkan edukasi bagi generasi muda,” katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KAI: Kunjungan Wisata Solo ...

KPK geledah rumah Silmy Karim

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
KPK geledah rumah Silmy Karim

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.