Kembangkan Pewarna Alami, Dekranasda Banjarmasin Jalin Kemitraan terkait Inovasi Kain Sasirangan
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 04:47 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBANJARMASIN - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjalin kemitraan dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta terkait inovasi kain Sasirangan, khususnya pewarna alami.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Neli Lestriani saat di konfirmasi di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, kemitraan yang dilaksanakan dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.
"Kita bawa beberapa pengrajin kain Sasirangan untuk dilatih di sini (BBSPJIKB) Yogyakarta dari 10-14 Agustus 2026," ucapnya.
Neli mengapresiasi dukungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan.
Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026 ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan lima abad Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Dia menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan kain Sasirangan atau kain batik khas Banjar, karena menawarkan karakter warna yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan keberlanjutan industri kreatif.
"Sasirangan adalah identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tapi tentunya, Kota Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri dan sudah mendunia produksi inovasi batiknya, hingga wajar digali ilmunya untuk kemajuan batik khas Banjar, Sasirangan.
"Kita ingin Sasirangan bisa mendunia seperti batik khas Yogyakarta ini," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!