Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kembangkan Pewarna Alami, Dekranasda Banjarmasin Jalin Kemitraan terkait Inovasi Kain Sasirangan

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 04:47 WIB | Oleh:
Kembangkan Pewarna Alami, Dekranasda Banjarmasin Jalin Kemitraan terkait Inovasi Kain Sasirangan Doc: ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjarbaru
Ket. Ilustrasi Pemkot Banjarbaru gelar Lomba Desain Produk Unggulan Sasirangan Pewarna Alam se-Kota Banjarbaru, di MESS L Kota Banjarbaru, Selasa (28/7).

BANJARMASIN - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjalin kemitraan dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta terkait inovasi kain Sasirangan, khususnya pewarna alami.

Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Neli Lestriani saat di konfirmasi di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, kemitraan yang dilaksanakan dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.

"Kita bawa beberapa pengrajin kain Sasirangan untuk dilatih di sini (BBSPJIKB) Yogyakarta dari 10-14 Agustus 2026," ucapnya.

Neli mengapresiasi dukungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan.

Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026 ini.

"Pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan lima abad Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Dia menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan kain Sasirangan atau kain batik khas Banjar, karena menawarkan karakter warna yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan keberlanjutan industri kreatif.

"Sasirangan adalah identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya," katanya.

Tapi tentunya, Kota Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri dan sudah mendunia produksi inovasi batiknya, hingga wajar digali ilmunya untuk kemajuan batik khas Banjar, Sasirangan.

"Kita ingin Sasirangan bisa mendunia seperti batik khas Yogyakarta ini," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.