ASEAN Desak Dialog Dagang dengan AS, Tolak Pembalasan atas Tarif Tinggi
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 14:40 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
Negara-negara Asia Tenggara, yang tergabung dalam ASEAN, menyerukan dialog terbuka dengan Amerika Serikat terkait kebijakan tarif perdagangan yang baru-baru ini diumumkan Presiden AS Donald Trump. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Kamis (10 April), para menteri ekonomi ASEAN menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil langkah pembalasan terhadap tarif tersebut.
Sebelum Presiden Trump mengumumkan jeda selama 90 hari untuk tarif perdagangan baru, enam dari sembilan negara Asia Tenggara yang menjadi sasaran mengalami tarif jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tarif yang dikenakan berkisar antara 32 persen hingga 49 persen, angka yang jauh melampaui tarif terhadap negara-negara lain.
Sebagai perbandingan, tarif yang dikenakan kepada Uni Eropa hanya sebesar 20 persen, Jepang 24 persen, dan India 27 persen. Kesenjangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan anggota ASEAN mengenai keadilan dalam perlakuan dagang yang diterima dari Amerika Serikat.
"Kami menyatakan keinginan bersama untuk terlibat dalam dialog yang jujur ??dan konstruktif dengan AS guna mengatasi berbagai masalah terkait perdagangan. Komunikasi dan kolaborasi yang terbuka akan sangat penting untuk memastikan hubungan yang seimbang dan berkelanjutan," demikian pernyataan bersama para menteri ekonomi ASEAN.
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah pertemuan tingkat menteri yang membahas dampak kebijakan proteksionisme Amerika Serikat terhadap perekonomian Asia Tenggara. Para menteri menegaskan kembali komitmen ASEAN terhadap sistem perdagangan global yang adil dan berbasis aturan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka juga menekankan pentingnya sistem multilateral dalam menjaga stabilitas ekonomi dunia, terutama di tengah meningkatnya kecenderungan proteksionisme dari negara-negara besar. Sistem yang dapat diprediksi, adil, dan transparan menjadi prioritas dalam membangun kepercayaan antarnegara mitra dagang.
ASEAN yang terdiri dari sepuluh negara, secara kolektif merupakan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Negara-negara anggotanya sangat mengandalkan sektor ekspor sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi mereka, sehingga kebijakan tarif AS berdampak signifikan terhadap prospek ekonomi kawasan.
Langkah ASEAN yang menolak pembalasan dapat dilihat sebagai upaya menjaga stabilitas hubungan internasional dan menghindari eskalasi perang dagang. Sebaliknya, pendekatan yang ditawarkan adalah diplomasi ekonomi dan dialog konstruktif sebagai solusi utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan pertumbuhan ekonomi kawasan yang tergantung pada akses pasar global, para menteri ASEAN berharap Amerika Serikat bersedia membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Dialog yang sehat diyakini akan menghasilkan kesepakatan yang lebih adil bagi semua pihak yang terlibat.
Dalam konteks ini, ASEAN menunjukkan posisinya sebagai blok ekonomi yang tidak hanya berpengaruh, tetapi juga mengedepankan kerja sama internasional sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!