Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabupaten Bengkayang panen raya di lahan 250 hektare

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 16:20 WIB | Oleh:

"Masih ada potensi 500 hektare bahkan lebih yang belum termanfaatkan. Dengan luasan lahan kering yang ada khususnya di Bengkayang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam padi jenis Gogo," katanya.

Padi Gogo katanya, yang paling cocok pada lahan kering atau ladang. Berbeda dengan padi sawah yang ditanam di lahan basah atau sawah yang tergenang air.

Padi gogo tidak memerlukan irigasi khusus sehingga dapat ditanam di lahan kering atau yang biasa ditanami komoditi perkebunan.

Petani merupakan ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan di Bengkayang dan Kalbar secara umum. Oleh karena itu, dia mendorong agar lahan kering tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

" Pemerintah akan terus berupaya untuk memberikan dukungan dan pendampingan agar para petani dapat meningkatkan hasil panen yang pada akhirnya memberikan kesejahteraan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.