Indonesia Harus Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Domestik
📅 Rabu, 09 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiPenyesuaian perlu dilakukan dalam asumsi makro termasuk RAPBN 2026 dan revisi APBN 2025 agar tidak terulang seperti masa krisis 1998.
“Itu bisa menjadi berkah bagi eksportir, tapi menjadi bencana bagi importir. Kita harus melihatnya dari dua sisi ini. Dan apakah ini akan menjadi ekuilibrium bagi Indonesia, karena kalau dalam sepuluh tahun terakhir rupiah kita dijaga di lima belas ribu, dan ketika menjadi tujuh belas ribu, tentu bagi eksportir adalah berkah. Memang ketika surplus seperti menguntungkan, tapi kembali lagi, ketika ekspor kita lebih didominasi raw material,” jelasnya.
Sementara itu, impor Indonesia didominasi barang-barang siap konsumsi yang berteknologi yang ke depannya akan kurang baik karena nilai tambahnya kecil. Dari sisi ekspor, memang Indonesia akan mendapat uang banyak, tapi di sisi yang lain barang sudah habis karena uncontinue resources.
“Saya yakin Pemerintah akan melakukan beberapa langkah karena ini terkait sentimen pasar dan kepercayaan publik. Kembali lagi, apakah ini (17 ribu) akan seterusnya atau sementara. Itu pemerintah harus meng-handlenya,” katan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!