Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Harus Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Domestik

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Harus Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Domestik Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. Perdagangan IHSG Dibekukan sementara I Pengunjung beraktifitas di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4).

JAKARTA - Indeks rupiah di pasar offshore atau Non Deliverable Forward (NDF) terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sempat menembus level 17.300 per dollar AS. Begitu pula Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (8/4) sempat terkoreksi hingga 9,19 persen dan akhirnya ditutup di level 5.996,14, melorot 514,48 poin atau 7,90 persen. 

Pakar ekonomi dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata mengatakan gejolak pasar keuangan kali ini merupakan akumulasi dari reaksi pelaku pasar yang tertahan selama liburan.

“Seperti sudah banyak diduga sebelumnya, pembukaan pasar setelah libur panjang membuktikan rupiah dan IHSG yang anjlok dan berada di zona merah,” katanya, Selasa (8/4).

Kondisi tersebut kata Aloysius menandakan Indonesia harus segera melakukan langkah-langkah penyesuaian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun strategi di luar keduanya. Terlebih, depresiasi kurs rupiah tak lepas dari kekhawatiran global atas potensi eskalasi perang dagang, yang arah dan dampaknya masih sulit diprediksi.

“Respon tiap negara terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), terutama di bawah pemerintahan Trump, sangat beragam. Tidak mudah memastikan apakah langkah lobi pemerintah Indonesia akan sesuai harapan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Aloysius menekankan pentingnya memperkuat daya tahan ekonomi domestik. Ia menilai salah satu langkah strategis adalah mendorong produksi yang berorientasi ekspor dengan memangkas berbagai biaya transaksi dan kerumitan birokrasi yang selama ini menjadi hambatan utama.

Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan kebijakan substitusi impor secara selektif, guna mengurangi tekanan pada neraca perdagangan. Namun ia mengingatkan, kebijakan tersebut harus dirancang hati-hati agar tidak merugikan daya saing dan hubungan dagang dengan mitra kawasan.

“Industri substitusi impor juga bisa menjadi instrumen penciptaan lapangan kerja yang realistis saat ini,” jelas Aloysius.

Dari sisi kebijakan moneter, Aloysius menyatakan bahwa intervensi agresif oleh Bank Indonesia menjadi langkah tak terelakkan untuk menahan laju pelemahan rupiah.

“Dengan intervensi terjadi di pasar off-shore maupun domestik, maka kemampuan bank sentral akan diuji dalam mengelola cadangan devisa, juga dalam pengaturan utang luar negeri swasta sebagai bentuk antisipasi,” tegasnya.

Dengan tekanan global yang kian membesar dan respons pasar yang tak bisa ditunda, Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tuntutan untuk segera bertindak.

Stabilitas ekonomi nasional hanya dapat dipertahankan melalui koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural dalam negeri.

Equilibrium Baru

Pada kesempatan terpisah, Guru Besar Manajemen Strategi, Departemen Manajemen, Universitas Airlangga, Surabaya, Badri Munir Sukoco, mengatakan, Pemerintah sebaiknya menggunakan ekuilibrium kurs dollar AS baru, akrena sudah melonjak di kisaran 16 ribu rupiah dan kini tembus hingga 17.300.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Tiga Penyanyi Akan Menutup FIFA Asean Cup

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tiga Penyanyi Akan Menutup ...
Megapolitan
Bahasa dan Musik Lokal Mest...
Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...
Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.