Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Jangan Bergantung pada Bansos

📅 Senin, 07 Apr 2025, 19:57 WIB | Oleh:
Masyarakat Jangan Bergantung pada Bansos Doc: Istimewa
Ket. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf saat bersilaturahim dengan penerima bansos, di Jakarta, Senin (7/4).

JAKARTA - Masyarakat diminta jangan bergantung pada bantuan sosial (bansos). Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, pemberian program bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) adalah untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan membantu keluarga penerima manfaat (KPM) agar lebih mandiri.

"Panjenengan ini dirancang tidak untuk terus-menerus memperoleh bansos, kecuali yang lansia dan penyandang disabilitas," ujar Mensos, saat bersilaturahim dengan penerima bansos, di Jakarta, Senin (7/4).

Dia menjelaskan, berharap KPM bisa graduasi (lulus) dari program bansos. Menurutnya, masyarakat yang masih usia produktif untuk lepas dari program bantuan sosial.

Mensos melanjutkan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai program lain setelah penerima bansos graduasi. Misalnya, program pemberdayaan, program bantuan modal, program pelatihan manajemen pengelolaan UMKM, program pelatihan keterampilan dan program-program produktif lainnya. 

"Yang sehat, yang bukan lansia yang harus bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri, ikut program yang lain, bukan program bansos," jelasnya.

Peran Pendamping

Gus Ipul mengungkapkan, bahwa pendamping memiliki peranan penting agar KPM bisa mengelola bansos dengan baik. Hal itu meliputi pemberian pemahaman terhadap program-program, pemanfaatan yang tepat sasaran, serta pembinaan kepada KPM agar bisa lulus dan tak lagi tergantung pada bansos.

Dia menargetkan tiap pendamping PKH untuk sekurangnya meluluskan 10 orang penerima manfaat setiap tahunnya. Dengan begitu, perlahan namun pasti, target pengurangan angka kemiskinan bisa terwujud.

"Saya minta para pendamping benar-benar tegas memastikan bantuannya itu sesuai dengan peruntukannya. Jelas nggih?" tuturnya. 

Mensos juga meminta pilar-pilar sosial bekerja secara terarah, terpadu dan berkelanjutan untuk menekan angka kemiskinan. Menurutnya, masih banyaknya ego sektoral yang menghambat upaya pengentasan kemiskinan.

"Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kita ingin penanganan kemiskinan menghilangkan ego sektoral, dan justru mengikuti undang-undang, terarah, terpadu dan berkelanjutan," katanya.

Dia menyebut, Memensos telah menggulirkan dana bansos sebesar 530,859 miliar rupiah. Dana tersebut diperuntukan bagi 147.445 KPM.

"Melalui kerja sama yang apik antara pilar sosial dan pemerintah daerah, KPM bisa lulus dari program bansos dalam kurun waktu maksimal 5 tahun," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.