Liga Inggris Kini Berubah
📅 Selasa, 01 Apr 2025, 07:55 WIB | Oleh: AlfredTim-tim ini tak saja membuat City kalah dalam sembilan pertandingan liga, tapi juga membuat City menjadi salah satu dari tiga tim Liga Inggris yang paling banyak kebobolan akibat serangan balik.
Sudah umum
Total, 34 gol dari serangan balik bersarang di gawang The Citizens. Angka itu hanya sedikit lebih baik dari Southampton, West Ham dan Brentford yang kebobolan 35-38 gol dari serangan balik.
Bersama, Newcastle, Brighton, dan Liverpool, Bournemouth adalah tim yang kerap memporak porandakan City dari skema serangan balik, sampai Guardiola berkata bahwa "sepak bola modern saat ini adalah sepak bola yang dimainkan oleh Bournemouth, Newcastle, Brighton, dan Liverpool."
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepak bola modern, kata Guardiola, tak lagi tergantung kepada posisi dan dominasi penguasaan bola.
Nyatanya, tim-tim seperti Bournemouth, sebagaimana terlihat dalam perempatfinal Piala FA melawan City pada 30 Maret, selalu memiliki cara dalam mengatasi kesenjangan dalam penguasaan bola.
Caranya, dengan bermain menekan dan berenergi tinggi yang dengan cara itu lawan yang menguasai bola terteror untuk kemudian kehilangan kontrol dan dipaksa untuk salah umpan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu tim-tim semacam ini balik mencuri bola, maka mereka akan serentak menyerang balik dengan memanfaatkan ketidaksiapan barisan pertahanan lawan yang sudah terlampau maju, akibat menerapkan garis pertahanan tinggi.
Fenomena semacam ini sudah menjadi warna umum Liga Inggris, paling tidak selama musim ini. Semakin banyak tim yang bertumpu pada serangan balik, yang kerap diawali dengan mengundang sebuah tim maju terlalu dalam ke pertahanan lawannya.
Hasilnya, berdasarkan statistik yang dikeluarkan Opta belum lama ini, selama musim 2024-2025 jumlah tembakan ke arah gawang yang bermula dari serangan balik yang cepat melebihi musim-musim lainnya.
Angkanya mencapai rata-rata 1,84 tembakan ke arah gawang per pertandingan, dengan rata-rata gol yang dihasilkan sebanyak 0,3 gol per pertandingan.
Proporsi tembakan ke gawang dari skema serangan balik juga menjadi yang terbesar dibandingkan dengan tembakan ke arah gawang dari skema-skema lain.
Angkanya mencapai 10,2 persen, dengan proporsi gol tercipta 7,1 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!