Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Liga Inggris Kini Berubah

📅 Selasa, 01 Apr 2025, 07:55 WIB | Oleh:
Liga Inggris Kini Berubah Doc: Getty Images via AFP/ORLANDO RAMIREZ
Ket. Foto arsip - Pemain AFC Bournemouth Antoine Semenyo memangku rekannya Lewis Cook dalam selebrasi gol pada pertandingan persahabatan melawan Arsenal FC di Dignity Health Sports Park, Carson, California, 24 Juli 2024.

JAKARTA - Manchester City hampir saja tersandung untuk kedua kalinya di tangan Bournemouth selama musim ini ketika mereka menang susah payah 2-1 dalam perempatfinal Piala FA pada 30 Maret kemarin.

Bournemouth adalah satu dari delapan tim yang mengalahkan Manchester City dalam pertandingan Liga Premier musim ini.

Tujuh tim lainnya adalah Brighton, Tottenham Hotspur, Liverpool, Manchester United, Aston Villa, Arsenal, dan Nottingham Forest.

Liverpool menjadi satu-satunya tim yang dua kali mengalahkan The Citizens dalam pertandingan liga, sedangkan Spurs dua kali mengalahkan City dalam dua kompetisi berbeda.

Kecuali Arsenal dan Tottenham, kedelapan tim yang pernah mengalahkan City itu memiliki pendekatan yang justru tengah menjadi kecenderungan di Liga Inggris saat ini.

Newcastle United, Crystal Palace, Everton, dan Brentford yang menjadi tim-tim yang menahan seri City musim ini, juga dimabuk oleh kecenderungan itu.

Kecenderungan itu adalah pendekatan yang menekankan counter-pressure dan counter-attack, atau menekan balik dan menyerang balik.

Di sini, mengoptimalkan transisi menjadi keharusan. Dalam sepak bola, "transisi" adalah keadaan yang merujuk perubahan cepat ketika satu tim kehilangan bola atau ketika mereka mendapatkan bola.

Dalam skenario kehilangan bola, tim akan secepat mungkin menyesuaikan taktik dengan bertahan serapat mungkin, bukan cuma dengan membentengi wilayah pertahanan, tapi juga dengan cara meneror lawan saat menguasai bola.

Sementara dalam skenario ketika sebuah tim menguasai kembali bola, sebuah tim akan secepat mungkin merangsek ke pertahanan lawan guna menciptakan peluang dan gol.

Kedua jenis transisi ini merupakan antitesis dari pendekatan penguasaan bola yang dirangkul Manchester City, terutama selama era Guardiola.

Antitesis untuk mazhab sepak bola menyerang yang dianut Guardiola, sebenarnya sudah ada di Liga Inggris baik sebelum maupun sejak Guardiola berlabuh di Liga Inggris pada 2016.

Ketika tika-taka yang menekankan penguasaan bola dibawa Guardiola ke Inggris, sistem permainan yang berbeda 180 derajat dari pendekatan Guardiola itu tengah menguasai Liga Inggris. Pembawanya adalah Jose Mourinho.

Jika Guardiola menekankan dominasi penguasaan bola, maka Mourinho malah beranggapan dominasi penguasaan bola bisa menjadi bumerang bagi sebuah tim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.