Liga Inggris Kini Berubah
📅 Selasa, 01 Apr 2025, 07:55 WIB | Oleh: Alfred
Doc: Getty Images via AFP/ORLANDO RAMIREZ
JAKARTA - Manchester City hampir saja tersandung untuk kedua kalinya di tangan Bournemouth selama musim ini ketika mereka menang susah payah 2-1 dalam perempatfinal Piala FA pada 30 Maret kemarin.
Bournemouth adalah satu dari delapan tim yang mengalahkan Manchester City dalam pertandingan Liga Premier musim ini.
Tujuh tim lainnya adalah Brighton, Tottenham Hotspur, Liverpool, Manchester United, Aston Villa, Arsenal, dan Nottingham Forest.
Liverpool menjadi satu-satunya tim yang dua kali mengalahkan The Citizens dalam pertandingan liga, sedangkan Spurs dua kali mengalahkan City dalam dua kompetisi berbeda.
Kecuali Arsenal dan Tottenham, kedelapan tim yang pernah mengalahkan City itu memiliki pendekatan yang justru tengah menjadi kecenderungan di Liga Inggris saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Newcastle United, Crystal Palace, Everton, dan Brentford yang menjadi tim-tim yang menahan seri City musim ini, juga dimabuk oleh kecenderungan itu.
Kecenderungan itu adalah pendekatan yang menekankan counter-pressure dan counter-attack, atau menekan balik dan menyerang balik.
Di sini, mengoptimalkan transisi menjadi keharusan. Dalam sepak bola, "transisi" adalah keadaan yang merujuk perubahan cepat ketika satu tim kehilangan bola atau ketika mereka mendapatkan bola.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam skenario kehilangan bola, tim akan secepat mungkin menyesuaikan taktik dengan bertahan serapat mungkin, bukan cuma dengan membentengi wilayah pertahanan, tapi juga dengan cara meneror lawan saat menguasai bola.
Sementara dalam skenario ketika sebuah tim menguasai kembali bola, sebuah tim akan secepat mungkin merangsek ke pertahanan lawan guna menciptakan peluang dan gol.
Kedua jenis transisi ini merupakan antitesis dari pendekatan penguasaan bola yang dirangkul Manchester City, terutama selama era Guardiola.
Antitesis untuk mazhab sepak bola menyerang yang dianut Guardiola, sebenarnya sudah ada di Liga Inggris baik sebelum maupun sejak Guardiola berlabuh di Liga Inggris pada 2016.
Ketika tika-taka yang menekankan penguasaan bola dibawa Guardiola ke Inggris, sistem permainan yang berbeda 180 derajat dari pendekatan Guardiola itu tengah menguasai Liga Inggris. Pembawanya adalah Jose Mourinho.
Jika Guardiola menekankan dominasi penguasaan bola, maka Mourinho malah beranggapan dominasi penguasaan bola bisa menjadi bumerang bagi sebuah tim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!