Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendiktisaintek Sebut Pendaftar Masuk Perguruan Tinggi Menurun

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 23:23 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek Sebut Pendaftar Masuk Perguruan Tinggi Menurun Doc: Istimewa
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto


JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, mengatakan jumlah pendaftar calon mahasiswa ke perguruan tinggi mengalami penurunan. Menurunnya calon mahasiswa ini menjadi salah satu indikasi bahwa lapangan kerja semakin menurun.

“Saya bertemu dengan beberapa Rektor PTN dan PTS, yang terjadi saat ini adalah jumlah pendaftar perguruan tinggi kita menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil, berpengetahuan dan berpendidikan tinggi itu juga turun. Artinya memang betul terkonfirmasi dari data, bahwa industri kita mungkin sebagian berubah menjadi perdagangan saja,” ujar Brian, dalam keterangan resminya, Jumat (21/3).

Dia menilai, kini Indonesia tengah memasuki era penurunan kemampuan untuk memproduksi barang sehingga negara membutuhkan kebangkitan industri. Padahal munculnya beragam industri ini akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan.

"Sehingga masyarakat mampu memperbaiki gizi serta memiliki kemampuan untuk menyekolahkan anak hingga ke jenjang pendidikan tinggi," jelasnya.

Brian menyebut, negara juga mengalami dilema yang harus dihadapi, antara menciptakan industri terlebih dahulu atau menyiapkan SDM unggulnya. Adapun rasio lulusan S2-S3 terhadap populasi usia produktif di Indonesia hanya mencapai 0,5 persen, jauh di bawah negara-negara maju yang memiliki rasio sekitar 9 persen.

Bahkan jika dibandingkan dengan Malaysia, Vietnam, dan Thailand, yang memiliki rasio 2,4%, Indonesia masih tertinggal cukup jauh. Dia berpendapat dalam upaya keluar dari jebakan negara pendapatan menengah, bangsa Indonesia harus maju dan mampu bersaing dalam penguasaan teknologi dan inovasi.

“Salah satu tantangan besar bagi pendidikan tinggi di Indonesia adalah meningkatkan indeks penguasaan inovasi teknologi serta jumlah peneliti secara signifikan. Apalagi, peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index masih tergolong rendah, ini menunjukkan kita perlu strategi yang lebih agresif dalam mendorong inovasi dan penelitian,” tuturnya.

Brian berharap, perguruan tinggi mampu mendorong peningkatan jumlah lulusan pascasarjana di bidang sains dan teknologi, melakukan investasi dalam penelitian, serta penguatan koneksi antara akademisi dan industri sebagai langkah penting untuk mempercepat kemajuan teknologi di Indonesia. Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang melimpah untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi negara yang lebih kompetitif di era teknologi global.

“Saat ini, kami sedang berupaya untuk membuatkan pendanaan secara bersama antara industri dan kampus terutama pada peneliti-peneliti yang memang sudah lama melakukan penelitian pada suatu produk. Harapannya, kita bisa menghasilkan produk yang siap diindustrialisasi secara komersial di Indonesia,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.