Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

32 Situ Penampung Air Hilang, Picu Banjir Bandang

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
32 Situ Penampung Air Hilang, Picu Banjir Bandang Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam diskusi bersama awak media di Jakarta, Rabu (19/3).

BOGOR -Bekasi, Jakarta, Bogor, dan Tangerang terus saja dilanda banjir bandang setiap kali hujan deras. Diduga hal ini disebabkan hilangnya 32 situ yang menjadi penampung air bila hujan deras turun.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan sebanyak 32 situ atau danau kecil di wilayah Bekasi hingga Bogor telah hilang.

Nusron dalam diskusi bersama awak media di Jakarta, Rabu (19/3), mengatakan bahwa laporan mengenai hilangnya 32 situ tersebut diterima oleh Kementerian ATR/BPN dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Dia menerima dalam rapat koordinasi pengendalian tanah dan banjir beberapa waktu lalu.

“Laporan dari PU kemarin sudah ada 32 situ di kawasan Jawa Barat, timur Jakarta hilang,” kata Nusron. Diketahui, situ dapat berfungsi sebagai penampung sementara air hujan berlebih dan membantu mengurangi potensi banjir di suatu daerah.

Kendati demikian, Nusron mengaku belum mengetahui secara detil penyebab hilangnya puluhan situ tersebut. Nanti akan dicek di lapangan satu per satu.

“Belum, belum saya cek satu per satu. Nanti kalau ngecek itu saya akan bersama dengan PU,” ucap dia.

Kementerian ATR/BPN belum mendapatkan data lengkap mengenai penyebab pasti hilangnya danau kecil tersebut, karena laporan yang diterima baru sebatas informasi umum tanpa detil.

“Belum dicek, karena kemarin topiknya rapat koordinasi pengendalian tanah dan banjir,” ujar Nusron.

Tapi dia telah memerintahkan jajaran di Bogor dan Bekasi untuk mengecek di lapangan. Sebagai Menteri ATR yang baru menjabat, Nusron mengaku belum sepenuhnya mengetahui lokasi dan perubahan yang terjadi atas situ-situ yang hilang tersebut. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Profesor ITS Buat Material ...

25 Dosen UB Perkuat Pembangunan Kawasan Transmigrasi

58 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
25 Dosen UB Perkuat Pembang...
Luar Negeri
Geliat Ekspor Perikanan Vie...
Luar Negeri
Jepang Darurat Kokain: Angk...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.