Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Bersumpah untuk Akhiri Serangan Houthi

📅 Senin, 17 Mar 2025, 02:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Bersumpah untuk Akhiri Serangan Houthi Doc: AFP/Mandel NGAN
Ket. Donald Trump

SANAA - Serangan pertama Amerika Serikat (AS) terhadap Houthi Yaman sejak Donald Trump menjabat dilaporkan telah menewaskan 31 orang, para pemberontak mengatakan pada Minggu (16/3), dengan presiden AS memperingatkan bahwa neraka akan menghujani kelompok pemberontak yang didukung Iran itu jika tidak berhenti menyerang kapal-kapal dagang.

Houthi, yang telah menyerang kapal Israel di Laut Merah selama perang Gaza, mengatakan anak-anak termasuk di antara mereka yang terbunuh.

“Serangan terhadap Sanaa serta di daerah-daerah di Saada, Al-Bayda dan Radaa, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 101, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan,” kata juru bicara kementerian kesehatan Houthi, Anis Al-Asbahi.

Cuplikan di media Houthi menunjukkan anak-anak dan seorang perempuan di antara mereka yang dirawat di ruang gawat darurat rumah sakit.

Trump, dalam sebuah postingan di media sosial, bersumpah untuk menggunakan kekuatan mematikan yang luar biasa untuk mengakhiri serangan Houthi, yang menurut pemberontak merupakan aksi solidaritas dengan Palestina di tengah perang Gaza.

“Untuk semua teroris Houthi, waktu Anda hingga hari ini dan serangan Anda harus berhenti mulai hari ini. Jika tidak, neraka akan menghujani di atas Anda seperti yang belum pernah anda lihat sebelum! “ dia berkata.

Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada pendukung utama grup itu. “Kepada Iran: dukungan untuk teroris Houthi harus diakhiri segera! Jangan mengancam rakyat Amerika dan presiden mereka atau jalur pelayaran di seluruh dunia. Jika Anda melakukannya, waspadalah karena Amerika akan meminta pertanggungjawaban Anda sepenuhnya dan, kami tidak akan baik tentang itu!”

Houthi bersumpah bahwa serangan ini tidak akan berlalu tanpa tanggapan, sementara diplomat utamaIran, Abbas Araghchi, mengutuk serangan AS itu dan mengatakan Washington DC tidak memiliki wewenang untuk mendikte kebijakan luar negeri ­Teheran. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
Dibayangi "Profit Taking", ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.350/...
Daerah
Cegah Puso, BMKG Ingatkan P...
Ekonomi
Investor Masih “Wait and ...

BPBD: Tangsel Alami Krisis Air Bersih

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
BPBD: Tangsel Alami Krisis ...

Pemkot Bekasi Bagikan Kacamata Gratis untuk Siswa

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Kacam...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.