Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebaran Sebentar Lagi, Hindari Pertanyaan Tak Berempati Saat Kumpul Keluarga

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Acara reuni dan kumpul keluarga yang awalnya diharapkan sebagai ajang untuk bertemu kangen dan bertukar cerita seringkali meninggalkan dampak psikologis lebih dalam bagi sebagian orang.

Mencoba kebih berempati

Mengingat perayaan Idul Fitri dan acara buka bersama menjadi ajang untuk berkumpul dan bersilaturahmi, sebaiknya kita sebagai individu bisa mengedepankan empati sebelum mengajukan pertanyaan.

Sebelum bertanya, kita hendaknya menilai dari sisi orang yang kita tanyai. Sehingga, kita bisa lebih sensitif dan memikirkan apakah pertanyaan tersebut berpotensi membuka tabir kepedihan, pengalaman tidak menyenangkan, ketidaknyamanan atau kesakitan yang mereka pernah alami.

Alih-alih menanyakan hal-hal yang mungkin buat kita adalah “hal ringan”, berhentilah sebentar dan berpikir, “jika saya menanyakan hal ini, apakah akan membuat orang lain tidak nyaman?”, “apakah pertanyaan ini penting untuk ditanyakan?” atau, “jika saya berada di posisi dia, dan menerima pertanyaan ini, bagaimana perasaan saya, apakah saya akan merasa sedih, terluka, tersisih dan terkucilkan?”

Kita bisa mengganti pertanyaan basa-basi nirempati dengan yang lebih terbuka dan memang bermaksud untuk mengenal orang lain lebih baik dan tulus, bukan untuk sekedar memuaskan rasa keingintahuan kita (kepo). Misalnya, “sudah lama tidak bertemu ya, bagaimana keadaanmu akhir-akhir ini?”, “sudah lama kita tidak berjumpa, apa hal-hal baru darimu yang ingin dibagikan atau ceritakan?” atau, “ada hal baru apa yang berbeda sejak pertemuan kita beberapa waktu lalu?” atau pertanyaan lainnya yang bersifat serupa.

Karena bersifat terbuka, pertanyaan tersebut bisa memberikan ruang untuk orang lain bercerita. Kita tidak perlu mendikte topiknya, apalagi jika pertanyaan itu sifatnya justru ingin “menakar” keadaan sosial dan ekonomi orang lain. Lebih baik kita mencoba membuka ruang bagi orang di hadapan kita untuk menentukan apa yang mereka ingin bagikan (atau tidak ceritakan) kepada kita.

Yang kita perlu ingat adalah tujuan dari silaturahmi dan reuni adalah seyogyanya untuk menyambung (kembali) hubungan yang baik dan tulus, bukan hanya sekedar kepo atas pencapaian atau hal-hal yang orang lain miliki atau tidak miliki.

Di bulan Ramadan yang baik ini baiknya kita lebih berefleksi dan mulai mengedukasi diri kita dengan nilai-nilai empati terhadap pandangan hidup dan keadaan orang lain yang mungkin berbeda dari kita.

Upayakan untuk lebih mawas diri, bijaksana dan tidak menghakimi saat berhadapan dengan orang lain, dan hindari pertanyaan yang bisa menyudutkan keluarga dan kerabat kita, yang dampaknya malah berkebalikan dari tujuan silaturahmi dan reuni itu sendiri.The Conversation

Nelly Martin-Anatias, Lecturer of Academic English at Massey University College, Te Kunenga ki P?rehuroa – Massey University dan Sharyn Graham Davies, Director, Herb Feith Indonesian Engagement Centre, Monash University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.