Musim Pancaroba Kian Tak Menentu, Ahli Ingatkan Risiko Kesehatan Jelang Libur Akhir Tahun
📅 Senin, 08 Des 2025, 12:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Towfiqu Barbhuiya
JAKARTA – Di penghujung tahun yang mendekati cuti bersama dan libur akhir tahun Desember 2025, seperti biasa Indonesia sudah disambut musim hujan. Namun, tampaknya hingga saat ini Indonesia masih dilalui musim pancaroba, seakan musim kemarau belum siap untuk pergi.
Apalagi, pancaroba sekarang sering meleset dari perkiraan. Dari observasi beberapa tahun ke belakang, BMKG menyebutkan pancaroba kini sulit diprediksi dan durasinya tak menentu sehingga sehingga batas musim kemarau dan musim hujan pun tidak pasti. Dengan begitu, masyarakat semakin diimbau untuk lebih siap hadapi musim peralihan.
Menurut dr. Ikram Syah Maulana, seorang dokter umum, intensitas tinggi dan durasi pancaroba yang lama bisa berpotensi mengganggu sistem imun tubuh, tentunya juga berpotensi mengganggu rencana mengisi musim libur sekolah Desember 2025 ini. Hal ini juga sekaligus pemengaruh kesehatan (health influencer) perubahan suhu drastis dan cuaca tak menentu membuat masyarakat lebih banyak di dalam ruangan. Hal ini berdampak bagi kesehatan.
“Dampak utamanya, gangguan pernapasan seperti batuk dan flu lebih tinggi karena mudahnya penyebaran virus dan bakteri. Tidak hanya hujan, panas ekstrem juga dapat menyebabkan dehidrasi berat dan berujung bisa syok hipovolemik, yaitu kondisi medis darurat yang terjadi ketika tubuh kehilangan sejumlah besar darah atau cairan, membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh,” ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Senin (8/12).
Agar tidak tumbang apalagi menjelang cuti bersama, tubuh dan mood sama-sama harus dipersiapkan untuk menghadapi musim pancaroba. Cuaca yang tidak menentu memang membatasi ruang gerak, tapi jangan dijadikan alasan untuk tidak aktif bergerak dan bersosialisasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Cari exercise tidak hanya melatih kesehatan tubuh tapi juga kesehatan pikiran. Salah satunya dengan aktivitas dance rutin 15 menit yang mudah dan bisa dilakukan bersama-sama,” ucapnya.
Ia menambahkan musim pancaroba mungkin memang kini semakin sulit diprediksi. Sehingga tidak hanya kesehatan tubuh yang dipengaruhi, bisa juga menyebabkan stres. Dance bisa memotivasi untuk melakukan gerak yang bermanfaat bagi tubuh, sekaligus menjaga mood selalu gembira karena fun, dapat dilakukan bersama teman dan kerabat. Olahraga yang baik adalah olahraga yang dapat kita lakukan dengan konsisten karena melakukannya tidak terasa berat, justru fun.
“Selain itu, jika tubuh mulai terasa kurang sehat, dapat mencari dukungan dari kandungan anti inflamasi alami seperti jahe merah dan daun legundi agar terhindar dari batuk dan napas pendek. Kandungan alami ini akan lebih mudah dicerna oleh tubuh, apalagi dalam hadapi cuaca tak menentu,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ara Ajisiwi, aktor dan professional dancer menuturkan bagaimana dance yang biasa dilakukan anak muda, bukan hanya jadi ekspresi artistik, namun juga olahraga sehari-hari. Berbeda dengan lari atau olahraga lainnya, dance bisa dilakukan di dalam ruangan untuk menghindari dampak cuaca dan menjaga kesehatan paru-paru serta jantung.
“Ditemani musik upbeat dan bersama teman-teman, dance menjadi olahraga sekaligus hobi seru untuk healing,” ungkapnya.
Ramuan Herbal
Andry Mahyudi, Head Of Business Upper Respiratory & Women Health - Public Relations, PT Bintang Toedjoe, turut merasakan perbedaan ini. “Musim pancaroba seperti ini rentan membuat kita tumbang karena tubuh tidak hanya disibukkan kegiatan sehari-hari, tapi harus senantiasa beradaptasi cepat terhadap perubahan cuaca yang drastic,” ujarnya.
Menurut Andry, gangguan saluran pernapasan memang sering terjadi di musim pancaroba, karena itu bantu kesehatan dengan solusi yang mengandung herba asli Indonesia seperti Komix Herbal. “Kita beruntung sekali di Indonesia punya kekayaan tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan dalam menghadapi musim pancaroba,” lanjutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!