Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Tangerang Menolak Kiriman Sampah Tetangga

📅 Rabu, 17 Des 2025, 02:03 WIB | Oleh:
Kabupaten Tangerang Menolak Kiriman Sampah Tetangga Doc: ist
Ket. sampah tak terangkut

TANGERANG – Mungkin tahu di Tangerang Selatan sampah menumpuh dan tak ada tempat menampung, maka Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid ancang-ancang agar sampah tersebut tak dikirim ke Kabupaten, dia lalu memastikan tidak ada penerimaan sampah dari wilayah Kota Tangerang Selatan untuk ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk.

Maesyal mengaku selama ini Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten telah menerima beberapa pengajuan untuk menjalani kerja sama dalam pengelolaan sampah. Namun, pihaknya belum memutuskan penawaran tersebut. "Benar, beberapa hari lalu kami juga ditelepon. Intinya oleh seseorang dari Tangsel, namun saya sampaikan kami akan bicarakan dulu dengan semua komponen," ucapnya di Tangerang, Selasa.

Dia menjelaskan alasan untuk tidak menyepakati kerja sama pada pengelolaan sampah bersama Kota Tangsel ini lantaran perlu dilakukan pengkajian mendalam, baik dari sisi lingkungan hingga sosial.

Selain itu, permasalahan sampah ini juga menjadi fokus utama dalam penanganan pemerintahannya. Pasalnya, dari luasan TPA yang dimiliki dengan lahan 33 hektare telah terisi sekitar 2.700 ton sampah. Hal itu, katanya, menjadi salah satu pertimbangan untuk tidak menerima tambahan pasokan sampah.

"Setiap hari kita buang sampah lebih kurang sekitar 2.700 ton. Sekarang masih ada sisa sekitar lebih kurang lima hektare. Timbunannya sudah sampai 10 hektare di TPA Jatiwaringin," ujarnya.

Sebagai komitmen dalam mengatasi permasalahan sampah, pihaknya mematangkan program pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diinisiasi pemerintah pusat. Untuk memastikan hal itu, disiapkan sekitar lima hektare lahan proyek pembangunan PSEL ini.

Menurutnya, pembangunan PSEL salah satu program strategis nasional, dalam upaya pengurangan tumpukan sampah. Karena, pengelolaan sampah yang menggunakan teknik open dumping saat ini sudah tidak diperbolehkan. Pemerintah Kabupaten Tangerang salah satu daerah dipastikan dan ditetapkan sebagai daerah yang layak untuk melakukan pembangunan program PSEL.

Hal itu, karena wilayahnya dianggap telah memenuhi kriteria dan memiliki lahan minimal lima hektare serta tingkat volume sampah yang lebih dari 2.000 ton per hari, dan armada yang dianggap cukup.

"Karena kemarin program kami aja mau dibangun oleh Danantara di TPA Jatiwaringin, sudah ada beberapa komponen masyarakat yang langsung menolak jangan menerima sampah dari luar Tanggerang. Padahal pada saat sampah itu diolah untuk kepentingan energi listrik membutuhkan jumlah sampah yang banyak," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.