Menteri Trenggono: Pendidikan Vokasi Harus Menciptakan SDM Unggul
📅 Rabu, 12 Mar 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim PenulisDia menekankan bahwa Ocean Institute of Indonesia harus menjadi pusat pendidikan yang konkret, implementatif, dan mampu mencetak SDM kelautan dan perikanan yang berkualitas tinggi.
Dengan kebijakan ini, diharapkan lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di Indonesia dapat semakin kompetitif dan mampu mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP I Nyoman Radiarta menyampaikan bahwa seleksi Pentaru 2025 akan dilakukan secara daring dan transparan melalui platform www.pentaru.kkp.go.id untuk pendidikan tinggi vokasi KP, dan www.pentaru.kkp.go.id/supm untuk pendidikan menengah vokasi KP.
Proses seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari pendaftaran dan verifikasi berkas, seleksi administrasi, tes akademik, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nyoman menegaskan bahwa seluruh proses ini akan diawasi secara ketat untuk memastikan objektivitas dan akuntabilitas, sehingga peserta didik yang terpilih benar-benar memiliki potensi terbaik untuk berkontribusi dalam sektor kelautan dan perikanan.
"Kami berkomitmen untuk melaksanakan seleksi ini dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem yang lebih terbuka dan berbasis digital, kami ingin memastikan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi ini secara adil," jelas Nyoman.
Pendaftaran pada Satuan Pendidikan Tinggi Vokasi KP dibuka mulai 12 Maret hingga 31 Mei 2025. Adapun persyaratan pendaftaran meliputi ijazah, kartu keluarga, KTP orang tua, serta dokumen pendukung lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!