Menteri Trenggono: Pendidikan Vokasi Harus Menciptakan SDM Unggul
📅 Rabu, 12 Mar 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA– Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa pendidikan vokasi kelautan dan perikanan harus menjadi wadah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terampil dan berdaya saing.
"Pendidikan vokasi kelautan dan perikanan harus menjadi wadah yang tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga inovator dan wirausahawan yang mampu mengembangkan industri perikanan nasional," kata Trenggono saat meresmikan Penerimaan Peserta Didik Baru (Pentaru) Tahun Akademik 2025/2026 Satuan Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (12/3).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (Pentaru) Tahun Akademik 2025/2026 untuk Satuan Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan, baik tingkat tinggi dan menengah. Program Pentaru siap menerima 2.137 taruna/taruni dan siswa/siswi baru.
Penerimaan Pentaru diresmikan oleh Menteri Trenggono sebagai bagian dari komitmen KKP mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di sektor kelautan dan perikanan.
Dia menuturkan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama dalam mewujudkan program ekonomi biru yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, pendidikan vokasi, menurut Trenggono menjadi pilar utama dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menghadapi tantangan global di sektor tersebut.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pentaru dirancang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak pelaku utama kelautan dan perikanan yakni anak nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, hingga pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pentaru Tahun Akademik 2025/2026 membuka kuota sebanyak 2.137 peserta didik, yang terdiri dari 1.650 taruna pendidikan tinggi di 11 Satuan Pendidikan Tinggi KP, yakni Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Sidoarjo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, Politeknik KP Bitung, Politeknik KP Sorong, Politeknik KP Bone, Politeknik KP Karawang, Politeknik KP Kupang, Politeknik KP Pangandaran, Politeknik KP Dumai, Politeknik KP Jembrana, dan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi.
Serta 487 siswa di lima Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), yakni di SUPM Ladong; SUPM Tegal; SUPM Pariaman; SUPM Kota Agung; dan SUPM Waiheru.
Seluruh kuota diberikan kepada anak-anak pelaku utama di sektor kelautan dan perikanan, memastikan bahwa mereka memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan vokasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, Trenggono juga mengumumkan rencana Transformasi Pendidikan Kelautan dan Perikanan melalui pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII).
Lembaga ini akan menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi pertama di Indonesia yang khusus berfokus pada bidang kelautan dan perikanan.
"Saya telah meminta BPPSDM KP untuk membangun institusi yang tidak hanya bersifat vokasi, tetapi juga memiliki pendekatan keilmuan yang kuat," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!