Nottingham Forest dan Pragmatisme Strategi 'Parkir Bus'
📅 Minggu, 09 Mar 2025, 20:29 WIB | Oleh: OpikTerakhir, Forest menumbangkan juara bertahan Manchester City dengan 1-0 ketika The Citizen bertandang ke kandang mereka di The City Ground pada 8 Maret.
Forest memaksa Man City menelan kekalahan kesembilan dalam pertandingan liga musim ini dengan modal hanya 31 persen penguasaan bola.
Walau hampir selalu menjadi tim dengan penguasaan bola lebih kecil, jangan anggap enteng Forest dalam bagaimana mereka mengelola peluang.
Melawan tim asuhan Guardiola pada Sabtu itu, Ryan Yates cs membuat empat peluang emas yang salah satunya menjadi gol, melawan tiga peluang emas yang bisa dibuat Kevin de Bruyne cs.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pun kala mengalahkan Liverpool dengan skor sama pada 14 September 2024.
Ketika itu, Forest hanya mengendalikan 30 persen lalu lintas bola dengan membuat 5 peluang yang 3 di antaranya tepat sasaran, melawan 14 peluang yang 5 di antaranya tepat sasaran yang dibuat Mohamed Salah cs.
Namun, dongeng paling fantastis dari Forest adalah kala mereka mencukur Brighton dengan 7-0 pada 1 Februari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat itu, sekalipun hanya menguasai 37 persen distribusi bola, Forest membuat peluang yang jauh lebih banyak. Jika Brighton hanya membuat 10 peluang yang 5 di antaranya "on target", maka Forest membuat 14 peluang yang 9 di antaranya tepat sasaran.
Dengan rata-rata penguasaan bola 39,7 persen atau paling rendah di antara 20 tim Liga Premier musim ini, Forest malah bisa menyeruak ke posisi ketiga klasemen liga dengan 51 poin.
Mereka adalah satu dari empat tim Liga Inggris yang kebobolan paling sedikit selama musim ini setelah Arsenal, Liverpool, dan Bournemouth.
Dengan modal itu, Forest kini berada di jalan kompetisi Eropa, tiga tahun setelah untuk pertama kali promosi ke Liga Premier sejak musim 1998-1999.
Tetapi kompetisi Eropa bukan barang baru bagi Nottingham Forest.
Mereka justru adalah satu dari empat tim Liga Inggris yang lebih dari satu kali menjuarai Liga Champions, yang mereka lakukan pada 1979 dan 1980 ketika masih bernama Piala Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!