Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nottingham Forest dan Pragmatisme Strategi 'Parkir Bus'

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 20:29 WIB | Oleh:
Nottingham Forest dan Pragmatisme Strategi 'Parkir Bus' Doc: (AFP/DARREN STAPLES)
Ket. Manajer Nottingham Forest Nuno Espirito Santo memasuki stadion sebelum pertandingan Liga Premier antara Nottingham Forest dan Fulham di The City Ground, Nottingham, Inggris.

JAKARTA - Anda boleh mencibir tim seperti Nottingham Forest karena menggunakan strategi "parkir bus" yang mungkin tidak enak dilihat oleh orang-orang yang menuntut semua tim tampil menyerang tanpa melihat sumber daya yang dimiliki sebuah tim.

Faktanya, pendekatan sepak bola modern belakangan ini sudah semakin pragmatis, yang diadopsi kebanyakan tim dan pelatih, dengan tujuan utama menang, atau minimal tidak kalah.

Bahkan pragmatisme itu sendiri merupakan salah satu indahnya sepak bola, karena di baliknya ada seni menakar kekuatan sendiri dan sekaligus menaksir kekuatan lawan. Sepak bola tak sekadar soal teknik dan fisik, tetapi juga otak.

Masih ingat Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018? Atau Yunani yang menjuarai Euro 2004? Mereka adalah juara-juara yang pragmatis memperlakukan sebuah kompetisi dengan tak memaksakan fantasi bermain indah yang mengagungkan penguasaan bola.

Mereka, seperti Nottingham Forest, menghadapi setiap pertandingan dengan strategi yang disesuaikan dengan siapa dan seperti apa lawan mereka.

Cara mereka bermain menghadapi tim yang menekankan penguasaan bola atau memiliki kelebihan dalam menekan lawan akan berbeda dengan cara mereka kala menghadapi tim yang memiliki kelas yang setara atau di bawahnya.

Tim-tim ini tak akan mudah tergoda dan terprovokasi oleh orang-orang yang menganggap mereka membosankan dan tidak atraktif karena terlalu bertahan.

Mereka mengutamakan hasil. Dan ya, apa sih yang lebih penting dari sebuah proses selain hasil, sepanjang tidak curang dan tidak sportif?

Buat apa menerapkan strategi bermain yang hanya merugikan diri sendiri, atau lebih buruk lagi, menjadi bunuh diri tim sendiri?

Pragmatisme semacam itu pula yang membuat Forest berhasil memupus citra Liverpool sebagai tim tak terkalahkan ketika mereka mengalahkan The Reds dengan 1-0 pada 14 September 2024 dalam pertandingan Liga Premier.

Mereka menjadi satu-satunya klub mengalahkan The Reds dalam kompetisi liga musim ini.

Ketika kedua tim bertemu lagi pada 15 Januari 2025, Liverpool gagal membalas karena dipaksa seri 1-1. Bersama Everton dan Fulham, Forest adalah tiga tim yang tak bisa dikalahkan Liverpool dalam pertandingan liga musim ini sejauh ini.

Pendekatan sepak bola efisien yang disuntikkan Nuno Espirito Santo kepada Nottingham Forest telah banyak memakan korban, dan itu bukan korban biasa-biasa.


Di jalan kompetisi Eropa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.