Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Pertimbangkan Sanksi dan Tarif Skala Besar terhadap Russia

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 08:52 WIB | Oleh:
Trump Pertimbangkan Sanksi dan Tarif Skala Besar terhadap Russia Doc: AFP
Ket. Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato di Gedung Putih di Washington DC, 7 Maret 2025.

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan sangat mempertimbangkan sanksi berskala besar dan tarif terhadap Russia hingga gencatan senjata dan kesepakatan damai dengan Ukraina tercapai.

Dilaporkan BBC, Trump mengatakan sedang mempertimbangkan langkah tersebut karena "Russia benar-benar 'menggempur' Ukraina di medan perang saat ini".

Komentar Trump itu menandai perubahan nada yang tajam. Sejak menjabat, ia memuji Presiden Russia Vladimir Putin dan menyalahkan pemimpin Ukraina karena tidak menginginkan perdamaian dengan Russia.

Namun beberapa jam kemudian, presiden AS itu mengatakan kepada wartawan bahwa ia "merasa semakin sulit berurusan dengan Ukraina", dan mengulangi bahwa ia mempercayai Putin.

Jumat lalu, Trump mencaci maki pemimpin Ukraina Volocymyr Zelensky di Ruang Oval, Gedung Putih. Beberapa hari sebelumnya, ia bahkan menyebut Zelensky diktator dan menyalahkan Ukraina karena memulai perang pada 24 Februari 2022 ketika Putin melancarkan serangan ke negara itu.

Teguran Trump tersebut diikuti dengan penghentian sementara semua bantuan militer AS dan pembagian informasi intelijen dengan Kyiv minggu ini.

Tidak jelas apakah hal ini memungkinkan serangan rudal dan pesawat tak berawak skala besar Russia terhadap infrastruktur energi Ukraina pada Kamis (6/3) malam.

Pada Jumat (7/3) pagi, Trump mengeluarkan ancaman sanksi tarif terhadap Russia - tampaknya karena serangan tersebut.

"Mereka [Russia] sedang mengebom habis-habisan [Ukraina] sekarang... dan saya mengeluarkan pernyataan, pernyataan yang sangat tegas 'tidak bisa melakukan itu, tidak bisa melakukan itu'," kata Trump di Ruang Oval pada hari Jumat.

Ketika ditanya apakah hal itu merupakan akibat dari jeda AS dalam kerja sama militer dengan Ukraina, Trump mengatakan Putin melakukan "apa yang akan dilakukan orang lain".

Dia membenarkan langkah AS tersebut. "Saya ingin tahu mereka [Ukraina] ingin berdamai, dan saya tidak tahu mereka ingin berdamai."

Dalam unggahan hari Jumat, Trump menulis: "Saya sedang mempertimbangkan dengan serius sanksi perbankan, sanksi, dan tarif berskala besar terhadap Russia hingga gencatan senjata dan perjanjian penyelesaian akhir mengenai perdamaian tercapai. Kepada Russia dan Ukraina, segeralah duduk bersama, sebelum terlambat."

Ia tidak memberikan perincian apa pun mengenai bagaimana sanksi dan tarif terhadap Russia dapat diterapkan.

Moskow saat ini berada di bawah sanksi Barat terberat dalam sejarahnya, banyak di antaranya menargetkan ekspor minyak dan cadangan mata uang asingnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wagub DKI Siapkan SDM AI un...
Daerah
Kalbar Sambut Kepulangan 1....
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.