Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Harus Mitigasi Kebijakan AS agar Perdagangan Tetap Surplus

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Mitigasi Kebijakan AS agar Perdagangan Tetap Surplus Doc: antara
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso

JAKARTA - Indonesia harus melakukan mitigasi pada kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump supaya bisa tetap menjaga surplus perdagangan dengan negara ekonomi terbesar dunia itu. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan dalam pertemuannya dengan Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (7/3), keduanya sepakat untuk tetap menjaga hubungan baik agar tidak terkena dampak dari isu-isu negatif.

“Jadi, Dubes tadi juga ingin menyampaikan, juga sepakat bahwa harus ada hubungan baik. Jangan sampai kita kena dampak, mudah-mudahan sih nggak ya,” kata Budi.

Salah satu langkah mitigasi yang bisa dilakukan Indonesia adalah dengan tidak membuat kebijakan yang dapat merugikan produk-produk ekspor Indonesia ke Amerika.

Selain itu, dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan bisnis antara Indonesia dengan AS untuk menyamakan persepsi perdagangan.

“Kita harus jaga pasar itu, jangan kita juga bikin kebijakan yang tidak bagus buat mereka, sehingga produk-produk kita, akses pasar kita yang ke sana juga tidak diganggu,” katanya.

Indonesia dan AS katanya optimistis kerja sama kedua negara tetap berjalan dengan baik dan hubungan dagang semakin bagus.

Sebelumnya, Trump mengusulkan kebijakan tarif 100 persen untuk negara anggota BRICS dan kenaikan tarif sebesar 60 persen pada produk Tiongkok yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan disrupsi rantai pasok global.

1741368786_e99e837f5a7a633c1cca.jpg

Belajar ke Vietnam

Direktur Eksekutif Institute for Development of Econimics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan, Indonesia harus belajar dari Vietnam, bagaimana menjadi negara yang paling mendapat benefit dalam perang dagang periode pertama Trump.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pemerintaha menurut Esther. Pertama, mensubstusi produk Tiongkok yang diekspor ke AS.

Kedua, melakukan ekspor produk produk mineral olahan yang dibutuhkan oleh AS seperti nikel dan tembaga yang sudah diolah.

Ketiga, menginisiasi banyak kerjasama bilateral maupun multilateral agar produk Indonesia yang masuk ke AS dan negara - negara lain lebih mudah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.