Orang Tua Harus Punya Kecakapan Literasi Digital
📅 Jumat, 28 Feb 2025, 06:23 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Tangkapan layar Muhamad Marup
JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidnag Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan orang tua harus memiliki kecakapan literasi digital. Menurutnya, hal tersebut penting agar orang tua mampu mendampingi anak dalam mengakses internet.
“Kita perlu kehadiran orang dewasa, tapi harus sudah teredukasi dan terliterasi dan paham bahaya internet bagi anak-anak,” ujar Woro, dalam Peringatan Safer Internet Day 2025, di Jakarta, Kamis (27/2).
Dia menyebutkan, data UNICEF yang mencatat tidak sampai 40 persen orang tua yang punya pengetahuan cukup tentang internet. Sedangkan, hanya 37,5 persen anak yang merasa sudah mendapat informasi tentang cara berinternet yang nyaman.
Woro menambahkan, penyedia platform internet sudah membangun sistem perlindungan anak. Meski demikian, sistem tersebut belum terinformasikan dengan baik sehingga belum teraplikasi akan optimal.
“Ini artinya ada keprihatinan juga bagaimana kita minta orang tua untuk mendampingi, tapi tidak lebih 40 persen yang bisa mendampingi mereka,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hak Anak
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, menilai, rencana pemerintah mengatur aktivitas internet anak jangan sampai merenggut hak anak. Menurutnya, pembatasan harus berbasis pada kajian-kajian ilmiah.
Dia menambahkan, pihaknya telah menyebarkan survei singkat untuk orang tua dan anak. Dalam survei tersebut pihaknya memberikan beberapa saran yang terkait dengan umur ideal menggunakan media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebaiknya kalau ini akan dibuat sebuah regulasi, harusnya berbasis pada kajian ilmiah, sehingga tidak berdasarkan subjektivitas satu atau dua pihak saja," terangnya.
Dia menegaskan, pembatasan media sosial juga mesti mempertimbangkan empati untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak. Menurutnya, semua pihak mesti turut memastikan hal tersebut, termasuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kemampuan pengasuhan orang tua.
"Kita harus memastikan anak benar-benar terlindungi, keamanannya bagaimana, tidak kemudian membuat kebijakan, malah menimbulkan diskriminasi terhadap anak-anak yang lain," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!