Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permudah Mobilitas Masyarakat, KCIC Kembangkan Dua Akses Baru Menuju Stasiun Whoosh Karawang

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 17:53 WIB | Oleh:
Permudah Mobilitas Masyarakat, KCIC Kembangkan Dua Akses Baru Menuju Stasiun Whoosh Karawang Doc: antara foto
Ket. Pembangunan dua akses baru menuju Stasiun Whoosh Karawang yang menghubungkan stasiun tersebut dengan kawasan Trans Heksa Karawang dan Deltamas.

BANDUNG - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengembangkan dua akses baru menuju Stasiun Whoosh Karawang yang menghubungkan stasiun tersebut dengan kawasan Trans Heksa Karawang dan Deltamas untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan jumlah penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan kedua akses tersebut saat ini dalam tahap konstruksi dan dikembangkan bersama pemerintah serta pihak terkait guna memperkuat konektivitas stasiun dengan kawasan industri, permukiman, dan pusat kegiatan ekonomi di sekitarnya.

“Kehadiran akses baru ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak alternatif perjalanan bagi masyarakat, khususnya dari kawasan industri dan permukiman di sekitarnya,” ujar Eva dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu (14/10).

Eva menjelaskan akses melalui kawasan Trans Heksa Karawang dikembangkan sepanjang sekitar 1,6 kilometer untuk menyediakan jalur yang lebih lebar dan nyaman dibandingkan akses yang tersedia saat ini.

“Jalur baru tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan menuju stasiun sekaligus mendukung mobilitas pekerja dan pelaku usaha dari kawasan industri di sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, akses dari kawasan Deltamas dikembangkan sepanjang sekitar tiga kilometer melalui Jembatan Cibeet untuk menghubungkan kawasan industri, bisnis, dan permukiman di Kabupaten Bekasi dengan Stasiun Whoosh Karawang secara lebih langsung.

Selama ini, masyarakat dari kawasan Deltamas dan sekitarnya harus memutar melalui Gerbang Tol Karawang Barat untuk menuju stasiun karena belum tersedia akses jalan raya langsung. Kehadiran jalur baru tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif perjalanan yang lebih singkat dan efisien.

KCIC mencatat Stasiun Karawang melayani sekitar 258 ribu penumpang keberangkatan dan kedatangan selama Januari hingga September 2026, dengan rata-rata sekitar 1.000 penumpang per hari.

“Pengguna layanan tersebut terdiri atas pekerja, pelaku usaha yang melakukan perjalanan bisnis, hingga wisatawan yang bepergian menuju Jakarta maupun Bandung,” katanya.

Eva menjelaskan Whoosh melayani perjalanan setiap satu jam dengan waktu tempuh dari Stasiun Halim menuju Stasiun Karawang sekitar 15 menit.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap Stasiun Karawang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya dari kawasan industri dan permukiman yang terus berkembang,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
IPW Dorong Kapolri Perkuat ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.