Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanian Badui Terus Berkembang, Kini Mulai Tanam Kencur untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

4 Rabu, 14 Okt 2026, 18:13 WIB | Oleh:
Pertanian Badui Terus Berkembang, Kini Mulai Tanam Kencur untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga Pertanian Badui Terus Berkembang, Kini Mulai Tanam Kencur untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga Doc: antara foto
Ket. Petani Badui membersihkan hasil tanam mereka, kencur.

LEBAK - ‎Pertanian Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terus berkembang. Kini beberapa petani mereka mulai melakukan gerakan menanam kencur di ladang-ladang guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

‎"Kami menanam benih kencur sebanyak 50 kilogram di ladang seluas satu hektare," kata seorang petani Badui Santa (55) saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (14/10).

‎Saat ini, ladang pertanian masyarakat Badui di wilayahnya di Areal Blok Cicurahem sudah dilakukan gerakan tanam kencur.

‎Penanaman kencur itu dilakukan dengan cara bergotong-royong bersama petani Badui lainnya hingga puluhan orang, sehingga bisa rampung selama lima jam untuk ukuran satu hektare. ‎"Kami hari ini dilakukan di ladang miliknya, namun besok di ladang petani Badui lainnya," kata Santa.

‎Menurut Santa, tanaman kencur hingga kini menjadi andalan ekonomi masyarakat Badui, sehingga setiap tahun dilakukan gerakan penanaman.

‎Produksi panen kencur dengan masa waktu selama 12 bulan baru bisa menghasilkan pendapatan ekonomi keluarga.

‎Saat ini, harga kencur di tingkat petani Badui relatif baik hingga menembus Rp40 ribu per kilogram.

‎"Kami panen kencur tahun ini sebanyak 2 ton dengan harga Rp40 ribu/kg, sehingga menghasilkan ekonomi Rp80 juta," kata Santa.

‎Pulung (60), petani Badui mengatakan selama ini tanaman kencur menjadi andalan pendapatan ekonomi tahunan yang bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

‎Ia menanam kencur di ladang seluas 1 hektare dengan mudah, karena tidak banyak pemeliharaan dan perawatan.

‎Petani hanya cukup menanam potongan benih kencur ke lubang tanah hingga dipanen dengan waktu selama 12 bulan.

‎Penanaman kencur biasanya dengan sistem tumpang sari bersama tanaman jagung,padi huma, sayur-sayuran dan pisang. ‎"Kami menanam kencur di lahan milik Perhutani atau di luar kawasan masyarakat adat Badui, " katanya.

‎Ia mengatakan, selama ini, permintaan kencur cenderung meningkat untuk dipasok ke Pasar Rangkasbitung dan Tangerang hingga Jakarta.

‎Kualitas kencur dari petani Badui cukup baik, sehingga mudah diterima pasar.

‎Penanaman kencur di petani Badui masuk kategori terbaik, karena terbebas dari pupuk kimia.

‎"Kita menggunakan pupuk organik, sehingga kualitas kencur cukup baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Malaysia Benar-benar Menggu...
Megapolitan
Cari Solusi Problem Kota-ko...
Luar Negeri
Cadangan Gas Eropa Terendah...

Anggaran Perumahan Jakarta Disiapkan Rp1,54 Triliun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...
Megapolitan
Kabupaten Bogor Dapat 1.200...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.