Setelah 11 Tahun, Pencarian Malaysia Airlines MH370 yang Hilang Dilanjutkan
📅 Rabu, 26 Feb 2025, 17:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPada bulan Januari 2017, setelah hampir tiga tahun melakukan pencarian di area seluas 120.000 km persegi di Samudra Hindia bagian selatan, pihak berwenang Australia mengakhiri pencarian bangkai kapal di bawah air. Pada tanggal 3 Oktober tahun itu, para penyelidik Australia menyampaikan laporan akhir mereka tentang hilangnya kapal tersebut, dengan mengatakan bahwa ketidakmampuan untuk memberikan penyelesaian bagi keluarga korban merupakan "tragedi besar" dan "hampir tidak terbayangkan" di zaman modern.
Di antara pertanyaan yang masih tersisa adalah mengapa pesawat itu membuat belokan yang tampaknya terkendali dari jalurnya menuju Samudra Hindia dan, yang terpenting, mengapa dua perangkat komunikasi dan pelacakan utama di pesawat itu tidak bersuara.
Teori-teori tentang apa yang terjadi berkisar dari pilot yang “menjadi nakal” hingga sabotase dan konspirasi bahwa pesawat itu ditembak jatuh atau “menghilang” oleh badan pemerintah yang jahat dan mendarat di lokasi yang gelap, baik karena kargo yang sensitif atau penumpang yang penting secara politik.
Data yang diperoleh dari simulator penerbangan buatan rumah milik pilot, Zaharie Ahmad Shah, menunjukkan bahwa seseorang telah merencanakan jalur menuju Samudra Hindia bagian selatan .
Sebaiknya Anda baca juga:
Ocean Infinity, yang berkantor pusat di Inggris dan Amerika Serikat, melakukan perburuan yang tidak berhasil pada tahun 2018.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!