Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KTT G20 Pertama Kalinya Digelar di Afrika, Afsel Serukan 'Kerja Sama' Antarnegara

📅 Jumat, 21 Feb 2025, 09:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
KTT G20 Pertama Kalinya Digelar di Afrika, Afsel Serukan 'Kerja Sama' Antarnegara Doc: Centralnews
Ket. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa membuka pertemuan Menlu G20 di Johannesburg.

JOHANNESBURG - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Kamis (20/2) membuka pertemuan menteri luar negeri G20 dengan seruan untuk "kerja sama" di tengah ketegangan geopolitik dan "meningkatnya intoleransi".

Para diplomat tinggi dari negara-negara ekonomi terbesar dunia berkumpul di Johannesburg untuk pembicaraan dua hari yang diadakan pertama kalinya di Afrika dan dibayangi oleh ketidakhadiran Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

"Sangat penting bahwa prinsip-prinsip Piagam PBB, multilateralisme, dan hukum internasional tetap menjadi pusat dari semua upaya kita. Prinsip-prinsip tersebut harus menjadi perekat yang menyatukan kita," kata Ramaphosa.

"Ketegangan geopolitik, meningkatnya intoleransi, konflik dan perang, perubahan iklim, pandemi, serta ketidakamanan energi dan pangan mengancam koeksistensi global yang sudah rapuh," kata Ramaphosa.

G20, kelompok 19 negara serta Uni Eropa dan Uni Afrika, terpecah dalam isu-isu utama mulai dari perang Russia di Ukraina hingga perubahan iklim.

Para pemimpin dunia juga berbeda pendapat tentang cara menanggapi perubahan kebijakan dramatis dari Washington sejak kembalinya Presiden AS Donald Trump. 

"Sebagai G20, kita harus terus mengadvokasi solusi diplomatik untuk konflik," kata Ramaphosa. 

"Saya pikir penting bagi kita untuk mengingat bahwa kerja sama adalah kekuatan terbesar kita," imbuhnya. "Mari kita mencari titik temu melalui keterlibatan yang konstruktif."

Sebagai pembuka pertemuan puncak G20 pada bulan November, pertemuan tersebut dihadiri oleh para diplomat tinggi termasuk Menteri Luar Negeri Russia Sergei Lavrov, mitranya dari Tiongkok dan India serta utusan Eropa seperti Jean-Noel Barrot dari Prancis dan David Lammy dari Inggris.

Namun anggota terkaya kelompok itu, Amerika Serikat, hanya diwakili oleh wakil kepala misi di kedutaan besar Amerika di Pretoria setelah Rubio melewatkan pertemuan di tengah perselisihan dengan negara tuan rumah mengenai beberapa masalah kebijakan.

"Pekerjaan saya adalah memajukan kepentingan nasional Amerika, bukan membuang-buang uang pembayar pajak atau memanjakan anti-Amerikanisme," kata Rubio, mengumumkan keputusannya untuk tidak pergi ke Afrika Selatan untuk menghadiri pertemuan tersebut. 

Ramaphosa mengatakan ketidakhadiran Rubio bukanlah "kecelakaan kereta api" dan tidak berarti boikot karena Amerika Serikat diwakili. 

Ia berharap proses diplomatik akan "menyelesaikan masalah yang mungkin muncul dalam hubungan kita", ungkapnya kepada wartawan.

Afrika Selatan mendapat kecaman dari Washington karena memimpin kasus di Mahkamah Internasional yang menuduh Israel melakukan tindakan "genosida" dalam serangannya ke Gaza, yang dibantah Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.